Menghidupkan Ekonomi Kreatif Kaltim Lewat Lokakarya Rotan
- 07 Jan 2026 13:23 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Pemanfaatan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi kreatif terus didorong di Kalimantan Timur. Hal tersebut mengemuka dalam program Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Samarinda, yang membahas berbagai inisiatif kreatif, gerakan pemberdayaan, serta kisah inspiratif dari berbagai daerah. Salah satu topik yang diangkat adalah upaya menghidupkan ekonomi kreatif melalui workshop rotan yang diselenggarakan oleh UPTD Pelatihan Koperasi.
Pelatihan kerajinan berbasis bahan lokal menjadi peluang nyata untuk membuka usaha baru. Program ini diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Pelatihan Koperasi sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Operator Layanan Operasional UPTD Pelatihan Koperasi Kaltim, Yuyun Safutro, menjelaskan peran lembaganya dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, pelatihan dilakukan secara rutin dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. “Kami lebih fokus membina dan melatih UKM di kabupaten dan kota, bahkan ke depannya juga menyasar perusahaan,” ucap Yuyun kepada RRI, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Rabu (7/1/2026).
Yuyun mengungkapkan, animo masyarakat terhadap pelatihan ini sangat tinggi. Pendaftaran dilakukan secara daring dan kerap melebihi kuota yang tersedia. Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari UKM binaan, tetapi juga UMKM baru yang ingin merintis usaha. “Antusias masyarakat luar biasa, sampai harus ada pembatasan peserta,” ujar Yuyun.
Sementara itu, Yunus Tangke selaku Operator Layanan Operasional UPTD Pelatihan Koperasi menegaskan, pelatihan difokuskan pada peningkatan sumber daya manusia dan keterampilan teknis. Pelatihan meliputi anyaman rotan hingga pembuatan mebel berbahan kombinasi kayu dan rotan. “Kami melatih dari tahap awal sampai lanjutan agar peserta benar-benar memiliki kemampuan membuat kerajinan,” kata Yunus.
Pemilihan rotan sebagai bahan utama workshop didasarkan pada ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah di Kalimantan Timur. Wilayah seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan beberapa kawasan pesisir diketahui memiliki potensi rotan yang besar. Yunus menilai, rotan memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan baik dan kreatif. “Rotan adalah bahan khas Kaltim yang potensinya sangat besar,” ucap Yunus.
Pelatihan ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari pelaku usaha, pemula, hingga penyandang disabilitas. Bahkan, anak-anak usia PAUD diperkenalkan pada pola dasar anyaman sebagai bentuk edukasi kreatif sejak dini. “Untuk pemula kami ajarkan pola dasar, lalu mereka bisa mengembangkan model sesuai kreativitas,” ujar Yuyun.
Produk hasil pelatihan pun beragam, mulai dari tempat pensil, pot bunga, hingga kursi anyaman rotan yang dipadukan dengan kayu. Produk-produk tersebut kerap dipamerkan dalam berbagai kegiatan pameran di daerah Kalimantan Timur. “Dari empat pola dasar anyaman, bisa dibuat berbagai produk bernilai jual,” kata Yunus, menjelaskan.
Melalui workshop rotan ini, UPTD Pelatihan Koperasi Kaltim tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan mampu memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta menjadikan rotan sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif Kalimantan Timur yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....