Dinas Pendidikan Samarinda Prioritaskan SMPN 48 untuk Relokasi
- 03 Nov 2025 15:00 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, menetapkan SMP Negeri 48 sebagai prioritas utama dalam penanganan lahan sekolah terdampak bencana. Sekolah yang berlokasi di kawasan Sungai Pinang itu, dinilai memiliki kondisi paling padat dan berisiko tinggi terhadap banjir maupun longsor.
Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan lahan SMPN 48 hanya seluas kurang dari setengah hektare. Namun, di lokasi yang sama juga berdiri SDN 004 dan SDN 016 Sungai Pinang, yang menyebabkan kepadatan luar biasa di area pendidikan tersebut.
“Bayangkan tiga sekolah dengan total sekitar 1.500 siswa dalam satu kawasan. Itu sangat padat dan sudah tidak ideal lagi, baik dari sisi kenyamanan belajar maupun keselamatan,” ujarnya setelah rapat di Balai Kota Samarinda, Senin (3/11/2025).
Menurut Asli, kondisi lahan yang sempit juga membatasi ruang gerak siswa dan guru, serta menghambat pengembangan sarana-prasarana pendidikan. Karena itu, pemerintah berencana mencari lahan baru untuk relokasi sekolah tersebut agar proses belajar dapat berlangsung lebih aman dan kondusif.
Lokasi alternatif akan dipilih yang paling dekat dengan permukiman warga agar tidak menyulitkan akses siswa. Disdikbud juga akan berkoordinasi dengan Bapperida dan Dinas PUPR untuk memastikan tanah yang dipilih aman dari risiko bencana serta memiliki akses transportasi yang memadai.
Selain SMPN 48, Disdikbud turut meninjau SMPN 24 di Bukit Pinang yang sering terdampak banjir setiap musim hujan. Opsi pembangunan sekolah bertiang menjadi salah satu solusi kreatif agar aktivitas belajar tetap aman tanpa harus sepenuhnya direlokasi. “Sekolah bertiang bisa jadi ikon baru pendidikan ramah lingkungan di Samarinda,” kata Asli.
Disdikbud menargetkan hasil kajian lokasi dan rencana pembangunan sekolah baru dapat dimasukkan dalam prioritas anggaran pendidikan tahun 2026. Upaya ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh siswa di Kota Samarinda. (Zulfikar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....