Ulap Doyo, Tenun Khas Dayak Benuaq yang Mendunia

  • 22 Okt 2025 10:18 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Kalimantan Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga memiliki warisan budaya yang tetap lestari hingga kini, yakni tenun ulap doyo. Kain khas Suku Dayak Benuaq ini menjadi identitas kuat budaya lokal sekaligus aset penting bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Keunikan tenun ulap doyo terletak pada bahan dasarnya yang alami, yaitu serat daun doyo (Curculigo latifolia).

Tanaman liar yang tumbuh di pedalaman Kalimantan ini menghasilkan serat yang kuat namun halus, memberikan tekstur khas dan daya tahan tinggi pada setiap helai kain.

Motifnya pun sarat makna filosofi.

Pola flora, fauna, hingga bentuk-bentuk geometris menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai spiritual masyarakat Dayak.

Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Cara manual ini menuntut ketekunan dan waktu yang panjang, namun justru menjamin keaslian, keindahan, serta nilai seni tinggi pada setiap hasil tenun.

Kini, pengembangan dan pemasaran ulap doyo banyak berpusat di Kampung Tenun Jalan Hos Cokroaminoto, Samarinda Seberang.

Tidak hanya menjadi busana adat, ulap doyo juga telah bertransformasi menjadi produk modern seperti tas, selendang, hingga aksesori fesyen.

Sebagian besar perajin adalah ibu rumah tangga yang mengandalkan keterampilan ini sebagai sumber penghidupan.

Dengan nilai jual yang terus meningkat, tenun ulap doyo membuktikan bahwa melestarikan tradisi adalah cara efektif untuk memajukan ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya Kalimantan Timur. (Ratih/Umi Zahratun Sa’adah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....