Etomidate dalam Vape Selebgram Indonesia, Obat Bius yang Disalahgunakan
- 21 Sep 2026 13:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus selebgram Julia Prastini atau Jule membuka perhatian publik pada nama etomidate, zat yang mungkin masih asing bagi banyak orang. Polda Metro Jaya menyatakan hasil pemeriksaan urine Jule positif mengonsumsi etomidate, dalam pengembangan kasus cairan vape yang diduga mengandung zat tersebut.
Yang menarik, etomidate sebenarnya bukan zat yang sejak awal dirancang untuk dikonsumsi melalui vape. Dalam dunia kedokteran, etomidate dikenal sebagai obat anestesi intravena yang digunakan terutama untuk membantu induksi anestesi. Obat ini memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya berguna dalam tindakan medis, tetapi penggunaannya berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.
Penelitian yang dimuat dalam Forensic Science, Medicine and Pathology menjelaskan bahwa penyalahgunaan etomidate mulai menjadi perhatian karena zat tersebut memiliki efek sedatif. Kajian itu juga mencatat adanya peningkatan perhatian terhadap penyalahgunaan etomidate setelah propofol diperketat penggunaannya di sejumlah negara. Para peneliti menyoroti perlunya pemantauan karena potensi penyalahgunaan etomidate masih terus dipelajari.
Hal yang jarang diketahui publik adalah etomidate memiliki efek terhadap kelenjar adrenal, bukan sekadar membuat seseorang mengantuk atau kehilangan kesadaran. Etomidate dapat menghambat pembentukan hormon steroid adrenal. Menurut kajian farmakologi, efek terhadap produksi hormon tersebut dapat berlangsung lebih lama dibandingkan efek hipnotiknya.
Risiko tersebut semakin mendapat perhatian ketika etomidate digunakan di luar tujuan medis. Penelitian terbaru pada 2026 mengenai vape yang dicampur etomidate melaporkan dua kasus dengan kalium darah rendah (hipokalemia) dan tanda yang mengarah pada gangguan fungsi adrenal. Peneliti menyebut kondisi tersebut dapat muncul sebagai gangguan endokrin yang tidak langsung disadari oleh pengguna.
Karena itu, kasus Jule tidak hanya berkaitan dengan persoalan penggunaan vape, tetapi juga memperlihatkan bagaimana obat yang memiliki fungsi medis dapat berpindah ke penggunaan nonmedis dengan risiko yang berbeda. Temuan dalam penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dampak etomidate pada pengguna vape masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama karena bukti klinis mengenai pola penyalahgunaannya masih berkembang.
Bagi masyarakat, hal terpenting adalah tidak menyamakan etomidate dengan cairan vape biasa. Etomidate merupakan obat anestesi dengan mekanisme dan efek fisiologis yang kompleks. Kasus Jule sekaligus menjadi pengingat bahwa kandungan dalam produk vape yang tidak jelas dapat membawa risiko kesehatan yang tidak mudah dikenali hanya dari efek sesaat yang dirasakan pengguna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....