Peran Perempuan Damkar Samarinda Makin Kuat
- 26 Mar 2026 05:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Keterlibatan perempuan dalam dunia pemadam kebakaran di Samarinda semakin menunjukkan peran yang signifikan. Di tengah tuntutan fisik dan risiko tinggi, para petugas perempuan hadir sebagai bagian penting dalam sistem penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Zakky Anshari, menyebut bahwa perempuan kini tidak hanya berada di balik layar, tetapi juga terlibat langsung dalam operasional lapangan. “Perempuan juga ikut piket di posko-posko dan terlibat dalam kegiatan pemadaman,” ujarnya.
Meski berada di lingkungan kerja yang identik dengan kekuatan fisik, para petugas perempuan tetap dituntut memiliki kemampuan yang setara. Mereka harus menjalani pelatihan intensif serta memiliki sertifikasi minimal pemadam kebakaran tingkat satu sebagai standar kompetensi dasar.
Dalam praktiknya, perempuan kerap ditempatkan di posisi ring dua, yakni sebagai tim pendukung di belakang garis utama. Namun, peran ini bukan berarti lebih ringan. Mereka tetap terlibat langsung, termasuk dalam pengoperasian selang dan memastikan suplai air serta koordinasi berjalan optimal.
“Ring dua itu bukan berarti tidak terlibat langsung. Mereka tetap memegang peran penting dalam mendukung tim inti di lapangan,” jelas Zakky.
Jumlah petugas perempuan di Damkar Samarinda saat ini berkisar antara 15 hingga 20 orang. Meski belum sebanyak laki-laki, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa profesi ini semakin inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan dedikasi.
Lebih dari sekadar menjalankan tugas, keberadaan perempuan di Damkar juga membawa perspektif baru dalam penanganan situasi darurat. Ketelitian, ketangguhan emosional, serta kemampuan komunikasi yang baik menjadi nilai tambah dalam menghadapi kondisi yang sering kali penuh tekanan.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, perempuan pemadam kebakaran di Samarinda terus membuktikan bahwa keberanian dan kepedulian tidak mengenal batas gender. Mereka hadir bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian integral dari garda terdepan dalam melindungi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....