Nilai Spiritualitas dalam Tradisi Mudik, Wujud Bakti Anak pada Orang Tua
- 19 Mar 2026 06:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Tradisi mudik Lebaran tidak sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, tetapi juga menjadi wujud bakti kepada orang tua serta sarana mempererat hubungan keluarga.
Dosen STAI Samarinda, Muh. Ali Muhaidori, menilai mudik memiliki nilai spiritual yang kuat, terutama dalam konteks penghormatan kepada orang tua. Ia mengaitkan hal tersebut dengan hadis Rasulullah yang menekankan pentingnya berbakti.
“Celaka seseorang yang masih memiliki orang tua, tetapi tidak berbakti hingga tidak meraih surga. Mudik menjadi salah satu bentuk kasih sayang dan bakti kepada orang tua,” ujarnya dalam program Tauladan dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbanyak istigfar dan memohon ampunan. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan semangat memperbaiki diri sebelum kembali bertemu keluarga di kampung halaman.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan fisik sebelum melakukan perjalanan. Kondisi tubuh yang tidak fit dinilai berisiko mengganggu kelancaran perjalanan maupun aktivitas saat berkumpul bersama keluarga.
“Kalau kondisi tubuh kurang sehat, jangan dipaksakan. Tujuan mudik untuk bersilaturahmi dan berkumpul, jadi kesehatan harus diprioritaskan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti nilai silaturahmi sebagai salah satu hikmah utama mudik. Menurutnya, mempererat hubungan dengan keluarga dan kerabat dapat membawa berbagai keberkahan dalam kehidupan.
“Silaturahmi membuka pintu dikabulkannya doa, memanjangkan umur dalam keberkahan, dan melapangkan rezeki. Saat mudik, sempatkan mengunjungi keluarga dan kerabat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....