Konsep GYOF Dorong Kemandirian Pangan Rumah Tangga Masyarakat

  • 04 Nov 2025 10:13 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Konsep Grow Your Own Food (GYOF) dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan. Dosen Universitas Mulawarman (UNMUL), Reza Prakoso Dwi Julianto, menyebut bahwa GYOF membuat masyarakat tidak terpengaruh gejolak harga pasar, terutama menjelang Hari Raya.

Hal itu disampaikannya dalam Podcast RRI Samarinda, Kamis (30/10/2025), saat menjawab pertanyaan pembawa acara, Anom. Reza menjelaskan, GYOF sangat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Ketika mendekati Lebaran, harga sembako, sayuran, dan cabai biasanya naik. Tetapi dengan menanam sendiri, kita tidak akan terpengaruh oleh hal itu,” katanya.

Reza, Dosen Agroekoteknologi Fakultas Pertanian UNMUL, menegaskan bahwa dengan menanam sendiri, masyarakat dapat mencapai ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi. Ia juga menilai penerapan konsep ini berpotensi mengurangi impor pangan.

“Artinya, kita juga bisa mengurangi itu (impor),” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Reza turut menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras. Menurutnya, ketahanan pangan seharusnya didukung oleh diversifikasi pangan.

Ia mengingatkan bahwa pangan lokal pada masa lalu sangat beragam.

“Dulu, kalau makan singkong, ubi jalar, atau sagu, itu sudah disebut makan. Sekarang, mindset-nya bergeser: kalau tidak makan nasi, dianggap belum makan,” katanya.

Reza menyayangkan pola pikir tersebut dan menilai perubahan cara pandang menjadi kunci memperkuat ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....