Program MBG Samarinda Sasar Ibu Hamil dan Balita

  • 10 Feb 2026 20:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga dapat dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok bayi di bawah lima tahun (balita) non-PAUD. Program ini bertujuan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak dini.

Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Darna, kepada RRI mengatakan program tersebut dirancang untuk memastikan kelompok sasaran menerima asupan gizi seimbang sesuai kebutuhan masing-masing.

“Program ini dirancang untuk memastikan sasaran menerima asupan gizi yang seimbang dan sesuai kebutuhan,” ujar Darna, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan, makanan yang diberikan memperhatikan kandungan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral guna membantu memenuhi kebutuhan gizi harian ibu dan balita.

Selain pemberian makanan, Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini juga dibarengi dengan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.

“Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi, terutama pada masa kehamilan dan periode emas pertumbuhan anak,” kata Darna.

Untuk pendistribusian, para juru masak di Dapur SPPG menyiapkan paket sajian yang terdiri atas nasi putih, telur mentega, sayur, dan buah, dengan variasi menu yang berbeda pada setiap pendistribusian.

Guna menambah angka kecukupan gizi bagi kelompok tertentu, SPPG juga melengkapinya dengan susu UHT kemasan.

“Ahli gizi SPPG secara khusus mempersiapkan seluruh menu untuk menjamin angka kecukupan gizi sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku,” ucap Darna.

Darna menambahkan, pemenuhan gizi yang baik pada ibu dan balita diharapkan dapat menurunkan risiko stunting serta berbagai gangguan kesehatan lainnya. Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika gangguan gizi sudah terjadi.

Lebih lanjut, Darna menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda diberikan dua kali dalam sepekan.

Ia berharap, MBG dapat diterima anak sejak periode golden age, sehingga ke depan mereka terhindar dari ancaman stunting, obesitas, serta dampak malnutrisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....