Makan Bergizi Gratis Jangkau Ibu Hamil dan Balita
- 07 Feb 2026 10:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini juga dapat dirasakan oleh ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun non PAUD. Perluasan sasaran ini dilakukan karena pemenuhan gizi pada periode awal kehidupan dinilai sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Masa tersebut sering disebut sebagai periode golden age yang dimulai sejak anak masih dalam kandungan.
Koordinator Regional SPPG Kalimantan Timur, Muhammad Sirajul Amin Mubarak, menjelaskan kelompok ibu hamil dan menyusui merupakan sasaran kunci dalam program tersebut. Status gizi ibu disebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan. Oleh karena itu program MBG diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan gizi kelompok rentan.
“Perluasan sasaran program MBG dilakukan untuk memastikan pemenuhan gizi pada kelompok rentan yang memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak dan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Muhammad saat Dialog Indonesia Sehat, Kamis, 6 Februari 2026. Ia menegaskan intervensi gizi sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah stunting.
Menurutnya masa golden age merupakan tahapan yang sangat krusial karena otak dan fisik anak berkembang paling cepat pada periode tersebut. Kekurangan asupan gizi pada fase ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Program MBG diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memutus risiko malnutrisi.
Pelaksanaan MBG di Kalimantan Timur difokuskan pada penyediaan makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan sasaran. Untuk ibu hamil dan menyusui menu dirancang dengan memperhatikan kecukupan energi, protein, zat besi, dan nutrisi penting lainnya. Sementara bagi anak non PAUD, makanan diberikan sebagai dukungan gizi pada masa emas pertumbuhan.
Muhammad menambahkan untuk tahap awal MBG diberikan dua kali dalam sepekan, yakni pada hari Jumat dan Sabtu. Skema tersebut diterapkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD yang telah terdata oleh SPPG. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk melihat efektivitas program di lapangan.
Ia berharap program MBG yang diterima sejak periode golden age mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. Dengan pemenuhan gizi yang lebih baik, anak di Kalimantan Timur diharapkan dapat tumbuh optimal dan terhindar dari ancaman malnutrisi. Keberhasilan program ini juga memerlukan dukungan keluarga dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....