Air Mata Lionel Messi Pecah dalam Laga Perpisahan Bersama Argentina

  • 07 Okt 2026 11:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Lionel Messi tak kuasa menahan air mata dalam laga perpisahannya bersama Timnas Argentina. Pertandingan tersebut menjadi momen emosional bagi La Pulga yang menjalani salah satu penampilan terakhirnya bersama tim nasional.

Messi tampil dalam laga terakhirnya bersama Argentina di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu 7 September 2026. Pertandingan ini menjadi momen istimewa bagi pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting dari perjalanan sepak bola Argentina.

Dikutip dari AFP, Messi yang berusia 39 tahun tampak berusaha mengusap air matanya saat bus yang ditumpanginya bersama para pemain Argentina melintas di tengah kerumunan suporter. Ribuan penggemar memberikan sambutan dan penghormatan kepada sang megabintang dalam perjalanan menuju Stadion Monumental, Buenos Aires, yang dipadati penonton.

Suasana haru bahkan sudah terlihat sebelum pertandingan dimulai. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, Messi terlihat menangis ketika berada di dalam bus yang membawa skuad Tim Tango menuju stadion.

Messi kemudian menyeka air matanya dengan tisu sebelum melambaikan tangan kepada para penggemar yang telah menunggu di sepanjang jalan. Sambutan meriah dari suporter turut membuat suasana perpisahan tersebut semakin emosional.

Tangis Messi kembali pecah ketika lagu kebangsaan Argentina, Himno Nacional Argentino, dikumandangkan di dalam stadion. Tidak hanya Messi, pelatih Argentina Lionel Scaloni juga terlihat berkaca-kaca menyaksikan momen tersebut.

Momen haru semakin terasa ketika Messi memasuki lapangan bersama ketiga putranya, Thiago, Mateo, dan Ciro. Ketiganya ikut mendampingi sang ayah sekaligus menyanyikan lagu kebangsaan Argentina bersama para pemain dan suporter.

Bagi Messi, laga tersebut bukan sekadar pertandingan sepak bola. Momen itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya bersama Argentina, setelah melewati berbagai kompetisi dan mempersembahkan sejumlah gelar bagi negaranya.

Kehadiran keluarga dan dukungan ribuan suporter di Stadion Monumental membuat perpisahan Messi bersama Timnas Argentina berlangsung penuh emosi. Air mata yang jatuh menjadi gambaran betapa besar arti tim nasional bagi kapten Argentina.

Suasana haru kembali menyelimuti pertandingan Argentina menghadapi Benin. Wasit Fernando Vejar menghentikan pertandingan pada menit ke-10 sebagai bentuk penghormatan kepada Messi yang identik dengan nomor punggung 10.

Pertandingan dihentikan selama satu menit. Para pemain dan penonton memberikan penghormatan kepada Messi yang telah menjadi sosok penting dalam perjalanan Timnas Argentina selama bertahun-tahun.

Messi sebelumnya memutuskan pensiun dari Timnas Argentina pada akhir Agustus. Keputusan tersebut diambil setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, sekaligus gagal mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada 2022.

Selama membela Timnas Argentina, Messi mencatatkan perjalanan penuh prestasi. Ia turut membawa negaranya meraih dua gelar Copa America, satu trofi Finalissima, serta gelar Piala Dunia 2022.

Keberhasilan tersebut membuat Messi menutup perjalanan panjangnya bersama Argentina dengan deretan trofi bergengsi.Perjalanan Messi bersama Argentina meninggalkan catatan prestasi yang akan terus dikenang dalam sejarah sepak bola dan meninggalkan warisan besar sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Argentina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....