Como Hancurkan Leipzig 4-1 dalam Debut Bersejarah Liga Champions
- 11 Sep 2026 10:12 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Como – Como mengawali debut Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat dini hari 11 September 2026 WITA. Martin Baturina, Anastasios Douvikas, Assane Diao dan Máximo Perrone menjadi pencetak gol bersejarah Como.
Hasil ini menjadi salah satu malam terbesar dalam sejarah Como. Klub yang baru bermain di Serie D pada musim 2018/2019 tersebut kini langsung mencatat kemenangan pada penampilan Eropa pertamanya.
Pertandingan sebenarnya diawali dengan tekanan Leipzig. Antonio Nusa beberapa kali mencoba membuka ruang dari sisi kiri, tetapi Jean Butez mampu menjaga gawang Como tetap aman.
Como perlahan menemukan ritmenya setelah melewati tekanan awal tersebut. Pada menit ke-15, Martin Baturina membuka keunggulan melalui serangan yang dibangun dengan kombinasi cepat di sisi kiri.
Gol tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gol pertama Como sepanjang sejarah klub di Liga Champions. Baturina kemudian kembali berperan penting ketika Como menggandakan keunggulan sebelum babak pertama berakhir.
Pada menit ke-38, Baturina memberikan umpan kepada Anastasios Douvikas yang menyelesaikannya menjadi gol kedua. Como pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Leipzig mencoba mengubah permainan selepas jeda. Namun, justru Como yang kembali menghukum pertahanan tim Jerman tersebut melalui Assane Diao pada menit ke-54.
Nico Paz menjadi kreator gol ketiga. Umpannya dimanfaatkan Diao untuk membawa Como unggul tiga gol dan membuat Sinigaglia semakin bergemuruh.
Leipzig belum menyerah dan mendapatkan respons cepat empat menit kemudian. Andrija Maksimovic memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan umpan Christopher Nkunku.
Gol tersebut sempat membuka harapan Leipzig untuk melakukan comeback. Namun, Como mampu meredam tekanan dan kembali menemukan ruang pada penghujung pertandingan.
Memasuki menit ke-90, Máximo Perrone memastikan pesta Como dengan gol keempat. Nico Paz kembali menjadi pemberi assist dalam gol yang menutup kemenangan telak tuan rumah.
Empat gol Como datang dari empat pemain berbeda. Baturina mencetak satu gol dan satu assist, sedangkan Nico Paz mencatat dua assist dalam malam bersejarah tersebut.
Kemenangan itu juga menunjukkan kemampuan Como mengelola pertandingan setelah unggul. Mereka tidak terburu-buru mengejar gol tambahan ketika Leipzig memperkecil skor, lalu kembali menyerang pada momen yang tepat.
Sebelum pertandingan, Cesc Fàbregas meminta pemainnya memperlakukan debut Liga Champions seperti pertandingan biasa. Ia menilai pengalaman bermain di kompetisi Eropa bukan jaminan kemenangan, sehingga keputusan pemilihan pemain harus berorientasi pada hasil.
Sikap tersebut terlihat dalam permainan Como. Mereka tidak kehilangan identitas setelah mendapat tekanan awal dan tetap berani membangun serangan melalui kombinasi antarlini.
Menariknya, Fàbregas sendiri pernah tampil 104 kali di Liga Champions bersama Arsenal, Barcelona, dan Chelsea. Namun, kali ini ia merasakan kompetisi tersebut dari pinggir lapangan sebagai pelatih Como.
Bagi Leipzig, kekalahan ini memperpanjang masalah mereka di kompetisi Eropa. Sebelum laga, UEFA mencatat Leipzig hanya menang sekali dalam sepuluh pertandingan terakhirnya di Liga Champions dan tidak pernah mencatat clean sheet dalam 18 pertandingan UEFA.
Kekalahan tersebut juga datang hanya beberapa hari setelah Leipzig tumbang 1-3 dari Werder Bremen di Bundesliga. Tekanan terhadap Martin Demichelis pun semakin besar setelah timnya kembali menelan kekalahan.
Sebaliknya, Como mendapatkan awal sempurna di panggung terbesar Eropa. Setelah sebelumnya mengalahkan Napoli dan Genoa dengan skor 2-1 serta 4-1, kemenangan atas Leipzig menunjukkan konsistensi tim Fàbregas menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
Perjalanan Como belum selesai. Pada pertandingan berikutnya di fase liga Liga Champions, mereka akan bertandang menghadapi Feyenoord pada 14 Oktober 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....