Barcelona Hadapi Feyenoord dengan Target Awali Liga Champions
- 09 Sep 2026 06:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Barcelona – Barcelona menghadapi Feyenoord pada laga pembuka Liga Champions dengan modal sempurna setelah meraih empat kemenangan beruntun di awal musim.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, Kamis, 10 September 2026 dini hari WITA, Barcelona datang dengan lini serang produktif. Tim asuhan Hansi Flick telah mencetak 17 gol dalam empat pertandingan LaLiga.
Barcelona juga menciptakan rata-rata 6,75 peluang besar setiap pertandingan. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi di kompetisi kasta tertinggi Spanyol sejauh awal musim.
Performa tersebut membuat Barcelona menatap Liga Champions dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak atas Valencia di Mestalla pada akhir pekan lalu menjadi modal penting sebelum menghadapi Feyenoord.
Hansi Flick mengatakan Barcelona memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan gelar Liga Champions. Namun, pelatih asal Jerman itu mengingatkan perjalanan menuju trofi masih sangat panjang.
“Kami memiliki tim yang mampu memenangkan Liga Champions, tetapi perjalanan menuju ke sana masih panjang,” ujar Flick dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
Flick juga menekankan pentingnya menjaga suasana ruang ganti di tengah persaingan mendapatkan tempat utama. Menurutnya, tidak semua pemain akan selalu mendapatkan menit bermain yang diharapkan.
“Tidak setiap pemain bahagia, tetapi waktunya akan datang. Pemain yang lebih jarang bermain harus tetap positif dan membantu pemain lainnya,” kata Flick.
Barcelona memiliki sejumlah pemain yang sedang berada dalam performa terbaik. Raphinha menjadi salah satu perhatian utama setelah mencetak enam gol dalam empat pertandingan LaLiga.
Catatan tersebut membuat Raphinha menjadi pemain Barcelona pertama setelah Lionel Messi yang mampu mencetak enam gol dalam empat laga awal kompetisi. Ia juga menjadi salah satu pemain dengan penampilan paling konsisten di lini depan.
Lamine Yamal dan Fermín López turut menunjukkan performa impresif. Kombinasi ketiganya membuat Barcelona memiliki banyak pilihan dalam membangun serangan, bahkan ketika tidak menggunakan penyerang tengah murni.
Flick juga memberikan pujian kepada Lamine Yamal. Menurutnya, pemain muda tersebut memiliki kemampuan menentukan pertandingan sekaligus menunjukkan perkembangan dalam kepemimpinan di dalam tim.
“Lamine adalah pemain yang bisa menentukan pertandingan seorang diri dan memiliki kualitas luar biasa. Dia juga sangat ingin berkembang, dan itu bisa dilihat setiap hari,” ucap Flick.
Di kubu Feyenoord, pertandingan di Camp Nou menjadi ujian besar setelah mereka mengawali kompetisi domestik tanpa kekalahan. Feyenoord mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam lima pertandingan liga.
Feyenoord juga memiliki sosok yang tidak asing dengan Barcelona di bangku pelatih. Giovanni van Bronckhorst kini menangani klub asal Rotterdam tersebut setelah sebelumnya pernah menjadi bagian dari Barcelona sebagai pemain.
Salah satu pemain yang patut diperhatikan adalah Gjivai Zechiël. Gelandang tersebut telah mencetak empat gol dan memberikan tiga assist dalam lima pertandingan awal musim.
Barcelona tetap harus mewaspadai Feyenoord meski memiliki catatan lebih meyakinkan. Tim asal Belanda itu datang dengan kepercayaan diri dan belum terkalahkan sejak awal kompetisi.
Dari sisi pemain, Barcelona dipastikan kehilangan Frenkie de Jong, Roony Bardghji, dan Jesse Bisiwu. Eric García juga tidak dapat tampil karena menjalani skorsing di pertandingan pembuka Liga Champions.
Flick menyebut pemulihan Frenkie de Jong berjalan sesuai rencana. Gelandang tersebut diperkirakan dapat kembali setelah jeda internasional.
Barcelona juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk menjaga konsistensi permainan. Flick menegaskan timnya akan tetap mempertahankan gaya bermain menyerang yang menjadi identitas mereka.
“Kami ingin bermain sepak bola dan tetap setia pada gaya kami. Memang benar kami mengalami kesulitan menghadapi Atlético musim lalu, tetapi itulah sepak bola,” ujar Flick.
Selain mengejar gelar Liga Champions, Barcelona juga menjadikan upaya mempertahankan gelar LaLiga sebagai salah satu target utama musim ini. Flick menilai konsistensi di kompetisi domestik tetap penting di tengah ambisi Eropa.
Pertemuan Barcelona dan Feyenoord juga memiliki sejarah panjang. Kedua tim terakhir bertemu pada musim 1974/1975, ketika Barcelona yang diperkuat Johan Cruyff meraih kemenangan atas Feyenoord.
Kini, setelah lebih dari lima dekade, kedua klub kembali bertemu dengan situasi yang berbeda. Barcelona membawa ambisi besar di Eropa, sementara Feyenoord berusaha memberikan kejutan di Camp Nou.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....