Arsenal Hajar Man City 3-0, Sinyal Bahaya untuk Para Rival
- 17 Agt 2026 10:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Cardiff – Arsenal membuka musim kompetitif dengan pernyataan tegas setelah mengalahkan Manchester City 3-0 pada Community Shield di Cardiff Minggu 16 Agustus 2026. Kemenangan tersebut menunjukkan kesiapan The Gunners menghadapi persaingan Premier League musim 2026-2027.
Riccardo Calafiori membuka keunggulan Arsenal hanya 23 detik setelah pertandingan dimulai. Kai Havertz kemudian menggandakan skor sebelum Martin Odegaard memastikan kemenangan melalui gol pada awal babak kedua.
Hasil ini terasa semakin istimewa karena Arsenal mampu mengalahkan City tanpa harus menurunkan sejumlah pemain penting sejak awal. Declan Rice dan Bukayo Saka baru masuk pada babak kedua sementara William Saliba masih absen karena cedera jangka panjang.
Sebaliknya, Manchester City tampil dengan sejumlah pemain penting sejak menit pertama. Erling Haaland, Jeremy Doku dan rekrutan baru Elliot Anderson termasuk dalam komposisi awal yang dipilih Enzo Maresca.
Namun, pendekatan tersebut justru tidak mampu menyelamatkan City dari tekanan Arsenal.
Arsenal langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak kick-off. Serangan pertama mereka bahkan berakhir dengan gol ketika pertandingan baru berjalan 23 detik.
Myles Lewis-Skelly menjadi aktor penting dalam proses tersebut. Setelah Noni Madueke mempertahankan penguasaan bola dan membangun kembali serangan, Lewis-Skelly mengirimkan umpan tajam yang membelah pertahanan City.
Calafiori kemudian menerima bola dalam situasi satu lawan satu. Bek Arsenal tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan dan menaklukkan Gianluigi Donnarumma.
Gol tersebut membuat City harus bermain dalam tekanan sejak awal. Rencana permainan Maresca yang baru menjalani pertandingan kompetitif pertamanya sebagai penerus Pep Guardiola langsung mendapat ujian berat.
City sebenarnya memiliki kesempatan untuk merespons. Phil Foden melepaskan tembakan melengkung yang memaksa David Raya melakukan penyelamatan.
Namun, Arsenal tetap lebih berbahaya dan kembali menghukum kelemahan pertahanan City sebelum turun minum.
Gol kedua Arsenal tercipta pada menit ke-28 melalui Kai Havertz. Bermula dari umpan lambung Martin Odegaard, pemain debutan Christos Tzolis berhasil mengarahkan bola ke area berbahaya.
Havertz kemudian menyambutnya dengan sundulan. Donnarumma sebenarnya berhasil menyentuh bola, tetapi upayanya tidak cukup untuk mencegah gawang City kembali bergetar.
Bagi Havertz, gol tersebut semakin memperpanjang catatan kontribusinya ketika menghadapi Manchester City.
Ia kini memiliki tujuh keterlibatan gol melawan City, terdiri atas empat gol dan tiga assist. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan kontribusinya menghadapi klub lain.
City sempat memperoleh peluang terbaik melalui Haaland. Striker Norwegia itu mendapatkan ruang bagus di depan gawang, tetapi penyelesaiannya tepat mengarah kepada Raya.
Arsenal bahkan hampir mencetak gol ketiga sebelum jeda. Calafiori melepaskan tendangan voli yang masih melambung, sementara Josko Gvardiol harus melakukan penyelamatan di garis gawang untuk menggagalkan peluang Odegaard.
Maresca mencoba mengubah keadaan pada babak kedua dengan memasukkan Jack Grealish menggantikan Doku. Namun, situasi justru semakin buruk bagi City.
Pada menit ke-48, Odegaard memperlihatkan kualitas individunya. Kapten Arsenal tersebut melewati Gvardiol, mengecoh Donnarumma dan kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang.
Skor 3-0 membuat Arsenal semakin nyaman. Sebaliknya, City terlihat kehilangan kendali dan kesulitan menciptakan tekanan berkelanjutan.
Maresca kemudian menarik sejumlah pemain penting termasuk Haaland. Arsenal juga terus mengancam meski Arteta mulai melakukan rotasi.
Raya masih harus bekerja ketika Antoine Semenyo mendapatkan peluang. Namun, kiper Arsenal tersebut mampu menjaga gawangnya tetap bersih.
Arsenal bahkan nyaris menambah gol keempat. Bukayo Saka mendapatkan peluang setelah menerima cutback dari Piero Hincapie, tetapi sepakannya masih melambung.
Kemenangan 3-0 memberikan gambaran menarik mengenai kekuatan Arsenal menjelang Premier League. Arteta tidak hanya mendapatkan kemenangan, tetapi juga melihat bagaimana timnya mampu mengontrol pertandingan menghadapi salah satu rival terberat.
Yang menarik, Arsenal tidak harus mengandalkan seluruh pemain utamanya sejak awal. Rice dan Saka hanya bermain sekitar 30 menit setelah masuk dari bangku cadangan.
Kondisi tersebut membuat kemenangan semakin meyakinkan karena Arteta masih memiliki ruang untuk meningkatkan kekuatan timnya ketika seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik.
Sebaliknya, City harus melakukan evaluasi lebih dalam. Kekalahan ini memperlihatkan persoalan pertahanan yang dapat dimanfaatkan Arsenal berkali-kali.
Dalam pertandingan tersebut, City juga terlihat kesulitan menjaga jarak antarlini. Arsenal mampu menemukan ruang di belakang lini pertahanan dan memanfaatkan kesalahan individu.
Meski demikian, kemenangan Community Shield tidak otomatis menjadi jaminan Arsenal akan menjuarai Premier League.
Data historis justru memberikan peringatan. Dari 34 edisi Community Shield pada era Premier League sejak 1992-1993, hanya delapan tim pemenang yang kemudian menjadi juara Liga Inggris pada musim yang sama.
Artinya, tingkat keberhasilannya hanya sekitar 24 persen.
Bahkan enam pemenang Community Shield terakhir gagal melanjutkan momentum tersebut menjadi gelar Premier League. Dalam 15 edisi terakhir, hanya Manchester City pada musim 2018-2019 yang berhasil memenangkan keduanya.
Karena itu, Arsenal tetap harus menjaga konsistensi ketika kompetisi berlangsung selama 38 pertandingan.
Community Shield memang bisa menjadi indikator kesiapan, tetapi Premier League membutuhkan sesuatu yang jauh lebih sulit: konsistensi, kedalaman skuad, kebugaran, serta kemampuan melewati periode buruk.
Namun satu hal sudah jelas.
Arsenal telah mengirim pesan pertama kepada para rivalnya.
Mereka mampu mengalahkan Manchester City dengan skor telak, tampil agresif sejak detik pertama dan memperlihatkan kedalaman skuad yang menjanjikan.
Bagi City, kekalahan tersebut menjadi alarm sebelum musim dimulai. Bagi Arsenal, kemenangan ini adalah modal kepercayaan diri sekaligus bukti bahwa mereka datang dengan ambisi besar mempertahankan dominasi di sepak bola Inggris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....