Inter Menang atas Juventus, Sinyal Kuat Juara Serie A

  • 09 Agt 2026 10:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Dunia– Inter Milan melanjutkan tren sempurna pada pramusim dengan menundukkan Juventus 2-1 di Optus Stadium Sabtu 8 Agustus 2026. Federico Dimarco dan Andy Diouf menjadi pencetak gol Nerazzurri, sementara Francisco Conceicao membuat laga berlangsung menegangkan hingga akhir.

Kemenangan tersebut memperpanjang catatan sempurna Inter menjadi empat kemenangan dari empat pertandingan pramusim. Hasil ini sekaligus memperlihatkan perkembangan positif tim asuhan Cristian Chivu sebelum mempertahankan gelar Serie A musim 2026–2027.

Juventus sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup hati-hati. Kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih pada menit-menit awal. Tembakan voli spekulatif Nicolo Barella setelah menerima bola dari sepak pojok Dimarco belum mampu menguji Michele Di Gregorio.

Juventus kemudian mendapatkan peluang melalui Edon Zhegrova. Tembakan yang memantul membuat Ivan Provedel harus bekerja keras melakukan penyelamatan.

Namun, Inter justru berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-20, Dimarco menyelesaikan umpan silang Ange-Yoan Bonny dari dalam kotak penalti. Dengan satu sentuhan, pemain yang beroperasi di sisi kiri itu mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang Juventus.

Gol tersebut memperlihatkan salah satu kekuatan utama Inter, yakni kemampuan memaksimalkan kontribusi pemain dari area sayap. Dimarco tidak hanya berperan sebagai pemain bertahan, tetapi juga aktif masuk ke area serang dan menjadi sumber kreativitas.

Inter kemudian semakin menguasai pertandingan. Tendangan bebas Hakan Calhanoglu sempat membuat Di Gregorio bekerja keras, sebelum kiper Juventus itu kembali menggagalkan tembakan jarak jauh Henrikh Mkhitaryan.

Pergantian pemain pada babak kedua justru memberikan dampak besar bagi Inter. Andy Diouf masuk sebagai pemain pengganti dan hanya membutuhkan beberapa menit untuk memberikan kontribusi.

Pada menit ke-62, Diouf berhasil melepaskan tembakan yang melewati Di Gregorio di tiang dekat. Gol tersebut membawa Inter unggul 2-0 sekaligus menjadi bukti bahwa kedalaman skuad Nerazzurri mulai menunjukkan kualitas.

Diouf sebelumnya juga mencetak dua gol ketika Inter mengalahkan Karlsruher SC 2-1 dalam pertandingan pramusim pertama mereka.

Konsistensi tersebut menjadi kabar positif bagi Chivu. Musim lalu, Diouf hanya mendapatkan 480 menit bermain di Serie A dari 19 penampilan. Namun, kesempatan yang diberikan pada pramusim berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik.

Kehadirannya memberikan Chivu opsi tambahan ketika pemain utama membutuhkan rotasi. Dalam kompetisi dengan jadwal padat, kedalaman seperti ini dapat menjadi faktor penting dalam mempertahankan performa sepanjang musim.

Juventus baru menemukan momentum pada lima menit terakhir pertandingan. Francisco Conceicao menyelesaikan rangkaian serangan dengan tenang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol tersebut membuat Inter berada di bawah tekanan. Juventus bahkan mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Kerim Alajbegovic hampir mencetak gol pada laga debutnya setelah mendapatkan bola di dalam kotak penalti. Namun, penyelesaiannya masih mengarah langsung kepada Josep Martinez.

Juventus juga sempat meminta penalti setelah Randal Kolo Muani terjatuh dalam duel dengan Leonardo Bovio. Namun, Inter akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai.

Selain itu, Performa Dimarco menjadi salah satu catatan paling menarik dari pertandingan tersebut. Pemain Italia itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan konsistensi sebagai pemain yang mampu memberikan kontribusi besar dari posisi sayap.

Pada Serie A 2025–2026, Dimarco mencatat 17 assist, setidaknya delapan lebih banyak dibandingkan pemain lain dalam kompetisi tersebut.

Ia juga mencetak tujuh gol. Dengan total 24 kontribusi gol, Dimarco mencatat angka tertinggi yang pernah dibuat seorang bek dalam satu musim di lima liga top Eropa dalam 20 musim terakhir, melampaui catatan Alejandro Grimaldo dengan 23 kontribusi gol pada musim 2023–2024.

Menariknya, Dimarco kini mencetak gol dalam dua pertandingan pramusim secara beruntun.

Empat kemenangan dalam empat pertandingan memberikan sinyal positif bagi Inter menjelang musim baru. Tim besutan Chivu terlihat tidak hanya bergantung pada pemain inti, tetapi juga mulai memiliki alternatif dari bangku cadangan.

Setelah menghadapi Juventus, Inter masih memiliki satu pertandingan pramusim melawan Real Betis sebelum memasuki persaingan resmi Serie A.

Chivu sebelumnya menyebut Inter sebagai tim yang harus dikalahkan dalam perburuan gelar Serie A 2026–2027. Jika melihat konsistensi selama pramusim, pernyataan tersebut bukan tanpa alasan.

Namun, pramusim tetap bukan ukuran mutlak keberhasilan sebuah tim. Inter masih harus membuktikan kualitasnya ketika menghadapi tekanan kompetisi resmi, jadwal padat, serta lawan-lawan yang tampil dengan kekuatan penuh.

Setidaknya, kemenangan atas Juventus memberikan satu pesan penting: Inter memiliki kombinasi antara kualitas pemain utama, produktivitas dari sisi sayap, serta kedalaman skuad yang cukup untuk kembali menjadi kandidat kuat perebutan Scudetto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....