Joao Pedro Bikin Milan Tak Berdaya di Jakarta
- 09 Agt 2026 10:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samrinda – Chelsea tampil dominan dan menang telak 3-0 atas AC Milan dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Sabtu 8 Agustus 2026. Joao Pedro menjadi bintang dengan mencetak dua gol, sementara Moises Caicedo melengkapi kemenangan lewat gol spektakuler.
Pertandingan memperlihatkan perbedaan kesiapan kedua tim. Chelsea menurunkan komposisi yang relatif kuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim 2026–2027, sedangkan Milan datang dengan skuad yang tidak dalam kondisi terbaik.
Chelsea langsung mengambil kendali permainan sejak awal. Joao Pedro memperoleh peluang pertama pada menit ke-13, tetapi tembakannya masih mampu diamankan kiper Milan, Lorenzo Torriani.
Milan kemudian mencoba merespons. Luka Modric sempat melepaskan tendangan voli, tetapi bola melebar. Chelsea kembali memberikan ancaman melalui Danny Welbeck dan Pedro Neto yang beberapa kali merepotkan pertahanan Rossoneri.
Tekanan Chelsea akhirnya membuahkan hasil pada masa tambahan waktu babak pertama. Joao Pedro berhasil memenangkan duel udara dan menyundul bola hasil sepak pojok Moises Caicedo untuk membawa Chelsea unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Chelsea. Hanya satu menit setelah babak kedua dimulai, Joao Pedro kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Kali ini, Pedro Neto menjadi kreator. Umpan silang pemain asal Portugal tersebut berhasil disambut Joao Pedro yang menyelesaikannya dari jarak dekat.
Keunggulan Chelsea bertambah hanya empat menit kemudian. Moises Caicedo menciptakan salah satu momen terbaik pertandingan melalui tendangan voli menggunakan bagian luar kakinya dari tepi kotak penalti.
Tembakan spektakuler tersebut meluncur deras dan tidak mampu dihentikan Torriani. Chelsea pun unggul 3-0 sebelum pertandingan memasuki fase pertengahan babak kedua.
Milan berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Bahkan, hingga pertandingan berakhir, Rossoneri tidak mampu melepaskan satu pun tembakan yang tepat sasaran.
Chelsea sebenarnya memiliki peluang menambah keunggulan. Nicolas Jackson hampir mencetak gol keempat setelah berhadapan satu lawan satu dengan Torriani, tetapi tembakannya justru membentur tiang gawang.
Penampilan Joao Pedro menjadi salah satu catatan terbesar dari kemenangan Chelsea. Penyerang tersebut bukan hanya mencetak dua gol, tetapi juga menjadi pemain paling agresif dalam menciptakan ancaman di area pertahanan Milan.
Joao Pedro mencatat empat tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Ia juga menyentuh bola sebanyak 10 kali di dalam kotak penalti Milan, angka tertinggi dalam pertandingan.
Pergerakannya di belakang Danny Welbeck juga membuat struktur pertahanan Milan kesulitan menentukan penjagaan. Dalam skema 3-4-3 yang diterapkan Chelsea, Joao Pedro bergerak dinamis bersama Cole Palmer untuk mencari ruang di antara lini tengah dan pertahanan lawan.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan Chelsea mampu mempertahankan tekanan sepanjang pertandingan.
Perbedaan tersebut menunjukkan Chelsea bukan sekadar menang karena penyelesaian akhir, tetapi memang mampu menciptakan peluang dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Chelsea juga mengontrol pertandingan dengan tekanan tinggi dan sirkulasi bola yang membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan. Sebaliknya, Milan lebih banyak bertahan dan gagal menciptakan ancaman berarti di area penalti Chelsea.
Marco Palestra menjadi salah satu pemain Chelsea yang ikut menonjol. Ia menciptakan tiga peluang, terbanyak dibandingkan pemain lain dalam pertandingan.
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Chelsea dalam mempersiapkan musim 2026–2027. Xabi Alonso memilih menurunkan komposisi yang cukup kuat untuk menguji kesiapan tim menghadapi kompetisi sebenarnya.
Danny Welbeck dipercaya memimpin lini depan, sementara Joao Pedro dan Cole Palmer beroperasi di belakangnya. Struktur tersebut membuat Chelsea memiliki variasi serangan melalui kombinasi umpan pendek, pergerakan tanpa bola, serta serangan dari sisi lapangan.
Bagi Joao Pedro, dua gol di Jakarta sekaligus menjadi pernyataan penting. Ia menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi salah satu sumber gol utama Chelsea, terutama ketika tim mampu memasok bola ke area berbahaya secara konsisten.
Chelsea belum selesai menjalani rangkaian pramusim. The Blues masih dijadwalkan menghadapi Johor Darul Ta'zim dalam pertandingan berikutnya.
Sementara bagi AC Milan, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting. Skuad yang tidak lengkap memang menjadi salah satu faktor, tetapi minimnya peluang dan kegagalan mencatatkan tembakan tepat sasaran menunjukkan masih banyak aspek yang harus dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kemenangan 3-0 di Jakarta akhirnya bukan sekadar hasil pramusim bagi Chelsea. Performa Joao Pedro, kreativitas Pedro Neto, serta gol spektakuler Caicedo memperlihatkan bahwa The Blues mulai menemukan ketajaman yang dibutuhkan untuk menghadapi musim baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....