FIFA Minta Maaf usai Polemik Penjualan Saham Piala Dunia
- 07 Agt 2026 15:23 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyampaikan permintaan maaf atas proses penanganan rencana penjualan sebagian saham komersial Piala Dunia yang memicu kontroversi. Meski mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut, FIFA tetap memberikan dukungan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
"Kesalahan dalam proses tersebut telah diakui dan semestinya ditangani dengan cara yang berbeda," ujarnya dalam pernyataan resmi FIFA yang dikutip dari ESPN, Kamis 6 Agustus 2026.
Polemik bermula saat Infantino mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui skema tersebut, FIFA berencana melepas sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia kepada investor dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp360 triliun. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah menuai penolakan dari berbagai pihak.
Sebagai bentuk evaluasi, FIFA mengungkapkan telah mengirimkan surat permohonan maaf kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggotanya. Langkah itu dilakukan agar proses pengambilan keputusan di masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan persoalan serupa tidak terulang.
Meski telah menyampaikan permintaan maaf, FIFA menegaskan tetap berkomitmen menjaga integritas organisasi. Federasi itu menyatakan tidak akan mentoleransi tindakan yang dinilai menyerang tata kelola, prinsip transparansi, maupun proses hukum yang berlaku di lingkungan FIFA.
"FIFA tidak akan menoleransi setiap tindakan yang menyerang integritas, prinsip tata kelola yang baik, maupun proses hukum organisasi. Kami akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjaga nama baik dan reputasi organisasi."
Di sisi lain, gelombang kritik terhadap kepemimpinan Infantino terus bermunculan. Union of European Football Associations secara terbuka mendesak FIFA melakukan reformasi tata kelola agar seluruh pemangku kepentingan memiliki ruang yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak terhadap masa depan sepak bola dunia.
Kritik juga datang dari Mark Carney, yang negaranya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Ia menyatakan tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Sementara itu, dinamika internal turut mengemuka setelah penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri dan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsène Wenger, menarik dukungannya terhadap rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....