Standar Tinggi, Pembenahan Stadion Sadurengas Telan Rp5.5 Miliar

  • 03 Jul 2026 20:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Paser, terus memantau progres pembangunan atau pembenahan Stadion Sadurengas yang nantinya bakal menjadi salah satu venue penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 Tahun 2026. Pembenahan ini dilakukan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser.

Ketua PSSI Paser, Abdurahman KA, mengatakan pembenahan stadion ini dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi langsung dari PSSI Pusat, sebab Bupati Paser Fahmi Fadli menginginkan Stadion Sadurengas ini berstandar internasional.

"Tadinya anggaran ini dari Rp3.5 miliar awalnya dengan ada efisiensi dan rekomendasi itu karena rumput harus berkelas karena maunya pak Bupati beliau ingin ini standar internasional," kata Abdurahman KA.

Pembenahan didalam lapangan Stadion Sadurengas.

Walaupun terdamak efisiensi anggaran dan adanya kenaikan-kenaikan harga, namun untuk biaya pembenahan ini naik dari harga awal yang diperkirakan.

"Jadi kemarin itu ada perhitungan ulang dengan kenaikan BBM dan skema-skema yang rekomendasi PSSI Pusat yang ditandatangani oleh Pak Sekjen Yunus Nusi itu diikuti maka di lelang kemarin Rp5.5 miliar untuk lapangan Stadion Sadurengas," ujarnya.

Meski belum mengetahui perusahaan mana yang memenangkan lelang proyek untuk pengerjaan Stadion Sadurengas ini, namun Abdurahman meyakini stadion ini bakal menjadi yang terbaik di Kaltim.

"Informasinya dari pusat, karena yang memang kredibel karena ini nanti ada seperti peresapan airnya. Juga yang di lapangan Garuda nanti perawatan rumputnya. Mereka yang standarisasi internasional lah," ucap Abdurahman menjelaskan.

Bahkan untuk rumputnya sendiri akan menggunakan yang asli dan tidak menggunakan sintetis, agar bisa mengikuti regulasi terkait standarisasi PSSI Pusat.

Area tribun penonton yang sudah mulai dibenahi.

"Karena kemarin saran dari PSSI rumputnya harus begini begitu kan awalnya sintetis tuh. Tidak boleh untuk melakukan laga di sintetis. Jadi rumputnya rumput harus ke standar nasional," ujarnya.

Selain itu standarisasi ini dinilai melihat panjang lebar lapangan, dan ukuran tiang gawang yang harus sesuai dengan rekomendasi PSSI Pusat. Kemudian, pembenahan Stadion Sadurengas ini juga meliputi penerangan atau pemasangan lampu, tribun penonton, ruangan ganti pemain, ruangan khusus wasit, serta sarana prasarana lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....