Siap Kawal Demokrasi di Kaltim Lawan Kotak Kosong

  • 04 Agt 2024 10:48 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Untuk menuju sebuah demokrasi di Kalimantan Timur pada tahun 2024 ini, sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Relawan Kotak Kosong Pilkada Kaltim 2024 mendeklarasikan beberapa poin perlawanan terhadap situasi politik di Kalimantan Timur. Deklarasi tersebut digelar pada Sabtu sore (3/8/2024) di Taman Makam Pahlawan Samarinda, Jalan Pahlawan, Samarinda.

Setidaknya terdapat 8 poin yang disampaikan langsung oleh Humas Aksi, Edi Susanto. Pertama, mereka menyatakan melawan politik dinasti. Menurutnya, sistem demokrasi merupakan pilihan terbaik di antara pilihan yang ada dalam mewujudkan pengelolaan pemerintahan.

“Kalau soal politik dinasti, cukup di Banten saja, jangan sampai di Kaltim juga terjadi,” kata Edi.

Selain menolak politik dinasti, poin berikutnya adalah mengawal demokrasi yang jujur dan adil. Partai politik juga dinilai gagal dalam kaderisasi, sehingga membuka peluang untuk ditunggangi oligarki.

Oligarki sendiri adalah kondisi di mana sikap politik ditentukan oleh segelintir orang yang berkuasa. Ia pun menambahkan bahwa partai politik sebenarnya memiliki banyak sosok lain untuk dipilih, sayangnya sampai saat ini setiap partai cenderung mendukung satu pasangan.

Pasangan yang dimaksud tentu saja adalah Rudy-Seno, yang mengantongi rekomendasi dari 7 partai dengan 44 kursi di parlemen.

“Kalau memang calon yang diusung hanya satu, artinya melawan kotak kosong. Justru ini merupakan bentuk kemunduran demokrasi di Kalimantan Timur,” lanjut Edi menjelaskan poin berikutnya. ( Rudi )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....