Kemiskinan di Kalimantan Timur Turun Menjadi 5,78 Persen
- 02 Jul 2024 20:23 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan penurunan persentase penduduk miskin di wilayah tersebut pada Maret 2024, yang kini mencapai 5,78 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,33 poin persen dibandingkan dengan Maret 2023 yang tercatat sebesar 6,11 persen.
Jumlah penduduk miskin di Kaltim pada Maret 2024 mencapai 221,34 ribu orang, berkurang sebanyak 9,73 ribu orang dari tahun sebelumnya. "Kaltim berada di posisi ke-7 terendah dengan angka sebesar 5,78 persen," ujar Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, dalam keterangan resminya pada Senin (1/7/2024).
Yusniar menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam sebaran persentase penduduk miskin antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Tingkat kemiskinan di perkotaan turun sebanyak 0,21 poin persen, sementara di pedesaan turun lebih signifikan sebanyak 0,52 poin persen. Penurunan yang lebih cepat di pedesaan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kemiskinan antara kedua wilayah tersebut.
Garis kemiskinan di Kaltim pada Maret 2024 naik sebesar 5,54 persen, dari Rp 790.186 per kapita per bulan pada Maret 2023 menjadi Rp 833.955 per kapita per bulan pada Maret 2024.
Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2024, komoditi makanan menyumbang sebesar 70,82 persen terhadap garis kemiskinan, sedangkan komoditi bukan makanan hanya menyumbang 29,18 persen.
Beras masih menjadi penyumbang terbesar pada garis kemiskinan, yakni sebesar 17,45 persen di perkotaan dan 19,85 persen di pedesaan. Rokok kretek filter menjadi kontributor terbesar kedua dengan sumbangan 13,98 persen di perkotaan dan 16,02 persen di pedesaan.
Komoditi terbesar lainnya di perkotaan adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan mi instan, masing-masing dengan kontribusi sebesar 4,72 persen, 4,15 persen, dan 2,85 persen. Sementara itu, di pedesaan, komoditi terbesar lainnya adalah telur ayam ras, daging ayam ras, dan mi instan, dengan kontribusi masing-masing sebesar 4,17 persen, 3,14 persen, dan 2,73 persen.
Pada Maret 2024, rata-rata satu rumah tangga miskin di Kaltim memiliki 5,13 anggota rumah tangga. Dengan demikian, rata-rata garis kemiskinan per rumah tangga di Kaltim pada Maret 2024 adalah sebesar Rp 4.278.189 per rumah tangga per bulan.
Sebagai informasi, angka kemiskinan di seluruh provinsi menunjukkan bahwa Bali memiliki angka kemiskinan terendah sebesar 4,00 persen, sementara Papua Pegunungan memiliki angka kemiskinan tertinggi sebesar 32,97 persen. Angka kemiskinan di Kaltim berada di bawah rata-rata nasional yang tercatat sebesar 9,03 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....