Masyarakat Adat Dayak Mahulu Menggelar Ritual Hudoq Kawit

  • 14 Okt 2023 13:57 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Mahulu: Mayoritas suku adat dayak di Kabupaten Mahakam Ulu setiap satu tahun sekali selalu menggelar kebudayaan Hudoq. Biasanya dilaksanakan pada bulan September hingga Desember, dengan waktu yang berbeda di setiap daerah.

Hudoq memiliki makna sebagai ucapan syukur petani kepada Yang Maha Kuasa atas selesainya pelaksanaan penanaman padi yang dilakukan setiap tahun, serta berharap bisa mendapatkan hasil panen padi serta rezeki yang berkecukupan.

Tokoh Adat Kabupaten Mahakam Ulu Petrus Jumri menyebutkan kegiatan Hudoq yang digelar di Ujoh Bilang ini merupakan ritual usai menanam padi dari sub Etnis Suku Dayak Long Gelat, yang dinamakan Hudoq Kawit pertama dan masih ada kelanjutan budayanya.

“Upacara adat Hudoq ini dilakukan untuk memohon kepada yang kuasa, agar ladang yang ditanami padi oleh warga tani setempat bisa subur dan menghasilkan panen yang melimpah untuk kesejahteraan keluarga,” ujar Jumri, Sabtu (14/10/2023).

Upacara adat Hudoq sendiri kerap dilakukan pada awal musim pertanian ladang kering masa tanam padi. Namun ada pula satu sub suku adat Dayak tertentu di wilayah lain, yang menggelarnya pada saat musim panen. Hal ini memiliki tujuan yang sama, selain sebagai ucapan syukur atas limpahan rejeki serta sebagai ritual tolak bala secara umum.

“Hudoq Kawit di Amin Ayaq Long Gelaat ini merupakan kegiatan tahap pertama, yang tidak lama lagi akan digelar Kawit kedua,” jelasnya.

Untuk diketahui, upacara Hudoq tidak boleh dilaksanakan diluar waktu musim pertanian. Jika dipaksakan untuk gelaran tertentu atau kepentingan sepihak, maka masyarakat adat setempat memiliki kepercayaan akan mendapat malapetaka bagi orang-orang yang melanggar pantangan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....