KBRN, Sendawar: Salah satu tari tradisional Kalimantan Timur (Kaltim) adalah Tari Gantar. Kesenian ini mengandung makna suka cita dalam menanam padi agar hasilnya berlimpah. Tarian ini berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) satu dari 10 Kabupaten/Kota di Kaltim.
Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, tari Gantar menjadi bagian dari upacara adat, yaitu Nguku Tahun. Bagi Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung, tarian ini memiliki kedudukan yang penting karena berhubungan dengan kesuburan dan sarana upacara Nguku Tanu.
Dalam perkembangannya, tari Gantar dilakukan juga untuk menyambut tamu-tamu yang datang ke Kalimantan Timur. Tarian ini juga dilambangkan kegembiraan dan keramahan suku Dayak dalam menyambut wisatawan, investor atau para tamu yang dihormati. Di mana tamu-tamu yang datang diajak untuk ikut menari bersama penari.
Sebagai tarian yang menggambarkan kegiatan menanam padi maka properti yang digunakan adalah sebuah tongkat panjang kurang lebih 60 cm dan ujungnya dihiasi rumbai-rumbai.
Tongkat panjang yang digunakan dalam menari berfungsi untuk melubangi tanah. Bambu yang pendek digunakan untuk menaburkan benih padi pada lubangannya.
Pola gerak hentakan kaki dalam tarian ini menggambarkan cara menutup lubang pada tanah yang telah ditaburi benih padi.
Properti tari adalah perlengkapan yang tidak termasuk kostum, tidak termasuk pula perlengkapan panggung, tetapi merupakan perlengkapan penari. Misalnya kipas, pedang, tombak, panah, topeng, dan piring.
Secara umum, fungsi atau tujuan penggunaan properti tari yaitu sebagai penambah nilai estetika tarian yang ditampilkan serta sebagai media dalam penyampaian pesan dan makna dari tarian yang dipentaskan.
Sementara itu, Busana yang digunakan untuk Tari Gantar adalah tenun ulap doyo, yaitu kain tenun yang terbuat dari serat daun doyo, tanaman sejenis pandan yang berserat kuat.
Untuk diketahui, Tari Gantar menggambarkan gerakan orang yang tengah menanam padi. Penari menggunakan properti senak sebagai kayu penumbuk untuk melubangi tanah. Sedangkan kusak berisi padi-padian yang melambangkan benih padi dan wadahnya.
Gerakan kaki dalam Tari Gantar menggambarkan cara menutup lubang tanah untuk menanam padi. Para pemuda dan pemudi dengan suka cita menarikan tari tersebut dengan harapan panen kelak akan berlimpah ruah hasilnya.