Wushu Paser Jalani Program Latihan Terpisah, Gabung Bersama Atlet Sambo

  • 07 Okt 2026 05:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Memasuki program Training Center (TC) dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-VIII/2026, Pengcab Wushu Indonesia (WI) Kabupaten Paser menginstruksikan kepada pelatih dan atlet untuk fokus terhadap program pelatihan.

Sebagai tuan rumah, Wushu Paser sendiri menurunkan full team sebanyak 22 atlet terbaiknya dengan mengikuti 23 kelas yang dipertandingkan.

Pelatih Wushu Paser, Nur Hadijah, menerangkan dalam program TC ini beberapa Wushan Bumi Daya Taka sementara harus menjalani latihan secara terpisah. Beberapa diantara mengasah kemampuan di Jawa Tengah dan di Balikpapan untuk dapat menambah ilmu serta pengalaman bertanding.

"Kami ikut TC seperti biasa yang dianjurkan kan. Cuma jauh hari sebelum itu kan kami udah sering udah latihan rutin nih anak-anak. Terus untuk yang memperdalam lagi ada dua orang yang kita kirim ke Jateng buat latihan di sana buat memperdalam lagi. Terus sembilan orang untuk seninya latihannya di Balikpapan," kata Hadijah.

Sedangkan yang ada di Grogot harus jalani program latihan bersama atlet Sambo di lantai 2 area Stadion Sadurengas, dengan kondisi serta peralatan latihan seadanya.

"Di sini cewek untuk wushu sama sambo jadi latihannya bareng di atas. Digabung ya karena tempatnya kan enggak punya tempat (latihan) kita selain di atas, untuk matras juga enggak ada ini," ujarnya.

Hadijah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum WI Paser, menjelaskan karena keterbatasan tempat dan peralatan latihan yang ada, mengharuskan wushan Paser untuk tidak latihan bersama atau pemusatan sementara ini.

Apalagi kedua atlet yang TC ke Jateng itu mengharuskan merogoh uang pribadi karena uang saku harian yang diberikan oleh Disporapar Paser tidaklah mencukupi.

Sementara lainnya memilih Balikpapan dan menetap di Paser untuk menyesuaikan dana pribadi mereka masing-masing.

"Di sini kan terbatas, kalau kita di sini terus ada dua atlet ya kita tawarkan ke atlet siapa yang mau TC keluar tapi dengan catatan kan mereka transport dan biayanya itu sendiri," ujar Hadijah.

Meski latihan dengan keterbatasan yang ada, namun masalah tersebut baginya bukan menjadi penghalang Wushu Paser dalam meraih prestasi, sebab di Porprov nanti, mereka secara realistis membidik 4 keping emas pada kelas tarung.

"Tiga sampai empat medali emas ya. Kalau untuk di seni ada medali cuman kita enggak target ya mudah-mudahan bisa ada dapat emaslah di situ. Tapi optimisnya ini malah empat ini di kategori tarung," katanya.

Dalam program persiapan khusus menjelang Porprov, Hadijah bersama pelatih lainnya yakni Fitriansyah (Jek), terus memantau program latihan anak asuhnya baik yang ada di Paser maupun yang diluar daerah.

Mengingat dengan waktu persiapan mepet ini, dikatakannya kualitas fisik atlet masih dibawah standar yang diinginkan. Apalagi TC hanya diberikan waktu selama 30 hari saja.

Selain masalah tempat dan peralatan latihan yang kurang layak, kendala lainnya yakni soal suplemen atau vitamin atlet.

Menurut Hadijah, hal ini perlu dipenuhi agar kondisi atlet tetap fit dan prima saat menjalani program latihan. Sebab sebulan lagi Porpriv bergulir, para atlet menggenjot latihan dengan intensitas tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....