Waduk Manggar Kritis, Penyaluran Air Bersih Balikpapan Belum Bisa Maksimal

  • 07 Okt 2026 05:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan — Krisis pasokan air bersih di Kota Balikpapan dipastikan berlanjut setidaknya hingga satu bulan ke depan akibat penurunan debit air di Waduk Manggar.

Kondisi tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Kota Balikpapan menggelar inspeksi mendadak (sidak) langsung ke Waduk Manggar guna memantau ketersediaan air baku pada Selasa, 6 Oktober 2026. Minimnya curah hujan membuat volume tampungan waduk menyusut drastis, sehingga pembatasan distribusi air ke masyarakat tak terhindarkan.

Berdasarkan data BMKG, hujan baru diprediksi mulai mengguyur Balikpapan bulan depan. Hal ini memaksa pemulihan pasokan berjalan lambat.

"Kalau dari BMKG infonya kan memang nanti di November baru mulai turun hujan. Artinya masih ada sebulan lebih kita kondisinya produksinya pasti turun," ujar Direktur Teknik PTMB, M. Kohiruddin.

Meski hujan turun pada November nanti, pasokan air tidak bisa langsung kembali ke kapasitas normal 1.150 liter per detik karena elevasi waduk butuh waktu untuk pulih.

"Itu pun nanti produksinya tidak bisa langsung normal 1.150, karena kan level muka air waduknya juga naiknya bertahap. Pasti juga ada instruksi lanjutan, boleh ngambil 900 dulu atau 1.000 dulu seperti itu sambil menunggu normalnya muka air di waduk," ucap Kohiruddin.

Besaran kuota penyedotan air baku saat ini sepenuhnya dibatasi dan diawasi ketat oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan guna mencegah kerusakan ekosistem waduk.

"Kami harus koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, karena mereka yang menghitung berapa debit yang boleh diambil, durasinya nanti sisa berapa lama, nanti BWS yang menentukan semua. Kami dari Perumda hanya mengambil airnya saja sesuai dengan izin yang dikeluarkan oleh BWS," katanya menutup perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....