Dekan Fisipol Untag Samarinda: Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Refleksi

  • 06 Okt 2026 08:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merefleksikan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dekan FISIPOL Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Suhardiman, mengatakan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat kembali sejauh mana nilai Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bagi masyarakat saat ini bukan hanya sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suhardiman dalam dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Samarinda, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.

Ia mengatakan, salah satu makna penting Pancasila adalah memperkuat persatuan. Indonesia memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan berbagai perbedaan lainnya. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu terus dijaga agar keberagaman tersebut menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa.

Selain menjaga persatuan, Suhardiman menilai Pancasila juga memiliki peran penting dalam kehidupan demokratis. Perbedaan pendapat, kata dia, seharusnya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. “Permasalahan-permasalahan yang ada harus diselesaikan melalui musyawarah. Ini bagian dari bagaimana kita menjalankan kehidupan demokratis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Suhardiman.

Ia menegaskan, penerapan Pancasila tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan peringatan setiap 1 Oktober. Nilai-nilainya perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghargai perbedaan dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Jadi, memperingati Hari Kesaktian Pancasila adalah merefleksikan kembali diri kita sebagai warga masyarakat dan warga negara, sejauh mana kita sudah mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” ucap Suhardiman.

Menurutnya, pengamalan tersebut harus terus dilakukan agar Pancasila benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, bukan sekadar slogan atau kegiatan seremonial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....