Penyandang Disabilitas Samarinda Didorong Mandiri melalui Pelatihan Wirausaha

  • 05 Okt 2026 08:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui sinergi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi proyek perubahan Strategi Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas atau SAPA DISABILITAS.

Pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, Jumat 2 Oktober 2026. Ia mengatakan pemberdayaan ekonomi diperlukan sebagai salah satu upaya meningkatkan taraf hidup dan mendorong kemandirian penyandang disabilitas.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Sosial melakukan komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi dengan sejumlah stakeholder. Di antaranya Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas untuk membahas rencana pelatihan kerja dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas," ujar Arif.

Sinergi juga dilakukan dengan Dinas Tenaga Kerja untuk pemberdayaan melalui pelatihan usaha dan pelatihan kerja. Sementara dengan Bank Kaltimtara, koordinasi dilakukan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan pelatihan kerja dan usaha bagi penyandang disabilitas.

Dinas Sosial juga menggandeng lembaga pelatihan kerja, salah satunya LPK Ganesha. Lembaga tersebut memberikan dukungan dalam pelaksanaan pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.

Arif mengatakan koordinasi dengan berbagai stakeholder tersebut telah menghasilkan komitmen untuk bersama-sama mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. “Mereka semua berkomitmen untuk mendukung dan bersinergi dalam upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja dan usaha bagi mereka,” ujarnya.

Salah satu bentuk realisasi kolaborasi tersebut adalah pelatihan kewirausahaan bakery dan pastry bagi penyandang disabilitas yang dilaksanakan di workshop LPK Ganesha, Kelurahan Karang Anyar. Arif menilai sinergi lintas stakeholder menjadi bagian penting agar program pemberdayaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan serta kemandirian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....