Kaltim Surplus Daya Listrik, ESDM Soroti Keandalan Pembangkit
- 05 Okt 2026 08:03 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Provinsi Kalimantan Timur menyebut kapasitas daya listrik di Kaltim secara sistem masih mengalami surplus, namun keandalan pembangkit dan pemerataan jaringan menjadi persoalan yang perlu ditangani.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan daya mampu sistem kelistrikan Kaltim mencapai sekitar 1.082,07 megawatt, sedangkan beban puncak sekitar 929,66 megawatt. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sekitar 152,41 megawatt.
“Jadi kita punya surplus 152,41 megawatt. Namun, menurut penjelasan PLN, ada beberapa pembangkit IPP yang mengalami perawatan rutin. Perawatannya bergilir, kemudian itu yang mengakibatkan kita mengalami defisit daya,” ujar Bambang, Sabtu 3 Oktober 2026.
Menurut Bambang, kondisi tersebut dapat menyebabkan defisit daya sekitar 50 hingga 100 megawatt pada saat sejumlah pembangkit menjalani pemeliharaan. Kondisi itu kemudian berdampak pada terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
Selain persoalan keandalan pembangkit, Bambang menyoroti masih adanya wilayah yang belum memperoleh layanan listrik. Ia menyebut terdapat sekitar 72 desa yang belum berlistrik dan sekitar 58.725 kepala keluarga yang belum menikmati layanan listrik secara memadai.
"Persoalan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, termasuk Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Paser. Selain itu, masih terdapat sekitar 926 kilometer sirkuit jaringan antarwilayah yang belum terlayani PLN," ucap Bambang.
Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong pemerintah pusat dan PLN mempercepat pemerataan listrik agar seluruh desa dapat terlayani pada 2027. Upaya tersebut juga diperlukan untuk mendukung pelayanan dasar, aktivitas ekonomi masyarakat, serta program pemerintah seperti penyediaan akses internet di wilayah pedesaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....