Borneo International Fashion Festival 2026 Perkuat Promosi Wastra Kaltim

  • 05 Okt 2026 07:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Borneo International Fashion Festival atau BIFF 2026 di Samarinda, Kalimantan Timur, diarahkan menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi wastra, kriya, dan fashion daerah ke pasar nasional hingga internasional.

Chairwoman sekaligus Founder BIFF 2026, Yulia Hadi, mengatakan festival tersebut lahir dari keyakinan bahwa karya dari Borneo memiliki potensi untuk dikenal lebih luas. "BIFF berawal dari satu keyakinan, Apa yang kita miliki di Borneo layak untuk dilihat oleh dunia," kata Yulia saat pembukaan BIFF di Odam Etam Samarinda, Sabtu 3 Oktober 2026.

Menurut Yulia, potensi tersebut tidak hanya berasal dari desainer, tetapi juga artisan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta generasi muda yang memiliki karya dan cerita dari budaya lokal. Karena itu, BIFF dirancang sebagai platform yang menghubungkan budaya, komunitas, kreativitas, dan bisnis.

Yulia menyebut pengembangan pasar internasional sebelumnya telah dilakukan melalui Pandawi, sebuah brand yang dibangun dari kecintaan terhadap budaya dan karya lokal Borneo. Upaya tersebut membuka koneksi dengan pasar Australia dan menjadi salah satu dasar lahirnya BIFF.

Chairwoman sekaligus Founder BIFF 2026, Yulia Hadi (dress biru), saat memberikan plakat kepada mitra. (foto: RRI/zul)

Yulia menegaskan, upaya membawa produk lokal ke pasar global tidak berarti meninggalkan identitas daerah. "Mendunia bukan berarti meninggalkan identitas kita. Identitas kita adalah kekuatan kita," ujarnya.

BIFF 2026 melibatkan 28 desainer, 36 model, dan menghadirkan 224 koleksi. Selain fashion show, kegiatan tersebut juga mencakup UMKM Expo, pameran wastra, pertunjukan budaya, bisnis matching, serta fashion talk untuk memperluas akses pasar.

Yulia berharap BIFF dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pelaku kreatif daerah dengan buyer dan mitra internasional. "Hari ini, kita tidak hanya membuka festival mode, kita juga membuka jembatan dari lokal ke global, dari warisan ke masa depan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....