Karhutla Melanda Paser, Enam Titik Berhasil Ditangani
- 03 Okt 2026 08:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis 1 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Paser yang diteruskan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, terdapat sejumlah titik kebakaran yang dilaporkan sepanjang hari tersebut.
"Enam laporan kebakaran tercatat berada di wilayah Kecamatan Pasir Belengkong, Tanah Grogot dan Kuaro. Luas lahan yang terbakar dari enam titik tersebut mencapai sedikitnya 8,8 hektare, berdasarkan luasan yang berhasil diidentifikasi petugas di lapangan, " Ujarnya.
Kebakaran pertama dilaporkan di Jalan Poros Desa Suatang RT 11, Kecamatan Pasir Belengkong, sekitar pukul 15.10 WITA, dengan luas lahan terbakar sekitar 0,4 hektare berupa semak belukar. Sementara itu, di Jalan Simpang Batu RT 11, Kecamatan Pasir Belengkong, kebakaran sekitar 0,1 hektare melanda semak belukar, lahan gambut dan batu bara.
Di Kecamatan Tanah Grogot, kebakaran dilaporkan terjadi di Desa Jone RT 13 dengan luas sekitar 2,3 hektare. Material yang terbakar berupa semak belukar dan gambut hutan gelam. Kebakaran lainnya terjadi di Gang Amas RT 01 Desa Jone dengan luas sekitar 1,5 hektare yang melanda semak belukar dan gambut.
Kebakaran juga terjadi di Jalan Rinda RT 06, Desa Pondong Baru, Kecamatan Kuaro. Lahan yang terbakar sekitar dua hektare, terdiri dari sekitar 0,5 hektare kebun karet dan 1,5 hektare semak belukar. Sementara di Desa Janju KM 13, Kecamatan Tanah Grogot, api membakar sekitar 2,5 hektare semak belukar.
Selain enam titik tersebut, laporan Pusdalops juga mencatat kebakaran di sejumlah kawasan pegunungan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan langsung karena kendala akses menuju lokasi. Titik tersebut berada di Gunung Melihat, Gunung Sampi, Gunung Seniung, Gunung Batu Butok dan Gunung Golas.
Berdasarkan laporan, kebakaran di Gunung Melihat dan Gunung Sampi diperkirakan telah berlangsung sekitar 12 hari. Gunung Batu Butok diperkirakan terbakar selama tujuh hari, Gunung Seniung sekitar tiga minggu, sedangkan Gunung Golas diperkirakan telah terbakar sekitar satu bulan.
Penanganan di kawasan pegunungan terkendala kondisi jalan yang curam dan terjal sehingga sulit dijangkau kendaraan maupun personel. Kondisi tersebut membuat tim gabungan belum dapat melakukan penanganan langsung di sejumlah titik dan masih melakukan pemantauan.
Sementara itu, tim gabungan telah melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia, sekaligus mencegah api merembet ke lahan yang belum terbakar maupun kawasan permukiman. Pusdalops BPBD Kabupaten Paser juga melakukan kaji cepat, asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Hingga laporan tersebut dibuat, enam titik kebakaran lahan dinyatakan telah tertangani. Dua titik lainnya, yakni di Desa Jone dan Desa Senaken, masih dalam pemantauan. Petugas juga menghadapi kendala akses jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi cuaca yang cerah, disertai angin kencang dan lahan yang sangat kering, menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Ketersediaan sumber air yang mulai mengering turut menyulitkan proses pemadaman, sementara keterbatasan peralatan membuat petugas mengalami kendala dalam menentukan luas lahan yang terbakar secara akurat.
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kabupaten Paser dan BPBD Provinsi Kaltim, Disdamkar Kabupaten Paser, TNI, Polri, Manggala Agni, KPHP Kendilo, DLH, Dinas Kesehatan, PMI, ORARI, PLN, Masyarakat Peduli Api, relawan hingga masyarakat.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, terutama dalam kondisi cuaca kering dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Upaya pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....