Tambah Jam Terbang Atlet, Perbasasi Paser Rencanakan Try Out ke Balikpapan
- 03 Okt 2026 08:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser – Kurang dari dua bulan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-VIII, Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kabupaten Paser terus menggenjot latihan atlet.
Sisa waktu tersebut dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan atlet sebelum tampil pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Program latihan tetap dijalankan meski Perbasasi Paser masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan.
Ketua Pengcab Perbasasi Paser, Aji Mohd Tommy, melalui Wakil Ketua Dedy Darmawan, mengatakan semangat atlet saat ini sangat tinggi. Antusiasme tersebut disalurkan melalui latihan rutin meski tempat latihan masih sederhana.
"Anak-anak sekarang sudah sangat bersemangat menantikan Porprov. Jadi, semangat itu sementara kami salurkan di arena latihan yang dibuat seadanya," kata Dedy saat ditemui RRI.CO.ID.

Latihan saat ini berlangsung di kawasan Desa Jone dengan memanfaatkan lahan dan fasilitas yang tersedia. Kondisi tersebut membuat atlet harus berlatih di tempat yang relatif sempit.
Sebelumnya, Perbasasi Paser mengajukan program uji coba atau try out ke Bandung dan Surabaya. Rencana tersebut kemudian diarahkan ke Samarinda, tetapi belum dapat dilanjutkan karena keterbatasan anggaran.
Dedy mengatakan program training camp (TC) yang saat ini berjalan tetap disertai agenda try out. Perbasasi Paser telah mendapat persetujuan untuk membawa atlet berlatih dan bertanding di Balikpapan pada pertengahan Oktober.
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan agenda slowpitch se-Kalimantan Timur. Program ini diharapkan dapat mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding para atlet.
"Dengan kondisi yang ada, mungkin kami jadwalkan tanggal 12 sampai 18 Oktober di Balikpapan. Kami akan bertemu dengan beberapa tim di sana sekaligus mengikuti slowpitch se-Kalimantan Timur pada 16, 17, dan 18 Oktober," ujar Dedy.

Sebelum mengikuti kegiatan slowpitch, atlet Paser akan dijadwalkan bertanding menghadapi sejumlah klub di Balikpapan. Agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov Kaltim ke-8.
"Jadi, sebelum acara slowpitch, mungkin kami bawa anak-anak untuk bertanding dulu dengan beberapa klub yang ada di Balikpapan," ucapnya.
Meski batal menjalani try out ke luar daerah Kaltim, Perbasasi Paser memastikan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet. Pengurus memilih memaksimalkan program latihan yang dapat dilakukan di daerah.
"Awalnya kami mau keluar, tetapi dengan kondisi keterbatasan mungkin belum bisa. Insyaallah, yang penting semangat anak-anak ini yang kami jaga," ujar Dedy.
Di sisi lain, keterbatasan peralatan juga menjadi salah satu kendala dalam proses latihan. Sejumlah peralatan yang digunakan atlet saat ini sudah cukup lama dan kondisinya mulai usang.
Kondisi tersebut membuat proses latihan belum berjalan secara optimal, terutama untuk meningkatkan kemampuan melempar dan memukul bola. Pengurus pun menyiasatinya dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat latihan.
Perbasasi Paser menyulap lahan kosong di kawasan Perumahan Grand Nuna dan lapangan di samping Kantor Desa Jone menjadi lokasi latihan. Fasilitas tersebut dimaksimalkan untuk menunjang persiapan atlet menjelang Porprov.
"Sebenarnya banyak yang menjadi kendala, terutama kondisi peralatan yang masih dalam proses pengerjaan sehingga belum bisa digunakan. Untuk lapangan, dengan keterbatasan yang ada, insyaallah kami maksimalkan," ujar Dedy.

Menghadapi Porprov Kaltim ke-VIII, Perbasasi Paser menyiapkan 19 atlet softball putri dan 25 atlet baseball putra. Para atlet tersebut mayoritas berasal dari kalangan pelajar.
Pengurus juga akan menggelar pertemuan bersama orang tua atlet dan jajaran pelatih pada 15 Oktober mendatang. Pertemuan tersebut untuk memberikan pengarahan mengenai persiapan dan pendampingan atlet selama menjalani program menuju Porprov.
"Sebelum masuk TC tanggal 15 yang kami rencanakan, kami akan mengadakan pertemuan dengan seluruh orang tua atlet. Kami akan memberikan pengarahan dan menyampaikan bahwa anak-anak berada dalam pengawasan kami sampai Porprov selesai," katanya.
Terkait dispensasi bagi atlet, Perbasasi Paser tidak ingin membebani pelajar dengan kegiatan latihan. Atlet tetap diarahkan membagi waktu antara pendidikan di sekolah dan persiapan olahraga.
Dedy berharap para atlet dapat memanfaatkan sisa waktu persiapan dengan sebaik-baiknya. Ia juga mengingatkan atlet menjaga waktu istirahat, menghindari begadang, serta membatasi penggunaan telepon seluler agar kondisi fisik tetap prima saat latihan dan pertandingan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....