BKSDA Kaltim Siapkan Empat Kubangan Air untuk Satwa di tengah Kemarau
- 30 Sep 2026 17:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap satwa liar, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur mulai menyediakan empat kubangan air buatan di sejumlah kawasan yang menjadi jalur perlintasan satwa.
Program tersebut disiapkan setelah BKSDA melihat potensi berkurangnya sumber air alami akibat kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang. Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, mengatakan kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mengancam orangutan, tetapi juga satwa liar lainnya.
“Dugaan kita karena kemarau yang cukup panjang ini kemungkinan akan mempengaruhi terhadap kehidupan dari satwa yang ada, tidak hanya orangutan tapi satwa lainnya,” kata Ari pada Rabu 30 September 2026.
Kubangan dibuat dengan memanfaatkan lokasi yang selama ini menjadi jalur satwa mencari air, termasuk ceruk tanah maupun aliran sungai kecil yang mengering. Ukuran kubangan dibuat sekitar 1 x 1 meter dengan kedalaman antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Air kemudian dapat diisi kembali oleh pengelola kawasan ketika volumenya berkurang.
Menurut Ari, keberadaan sumber air buatan menjadi salah satu bentuk antisipasi jika satwa tidak lagi mendapatkan cukup air dari sumber alami maupun vegetasi. Dalam kondisi kemarau normal, kebutuhan air satwa masih dapat dipenuhi melalui sumber air langsung maupun makanan. Namun kondisi berbeda ketika kekeringan berlangsung ekstrem.
“Dalam kondisi ekstrem, misalkan El Nino saat ini, kemungkinan sumber-sumber air akan berkurang. Demikian juga pucuk-pucuk daun tidak menghasilkan kandungan air yang cukup bagi mereka,” katanya. Karena itu, BKSDA memilih melakukan langkah antisipasi sebelum kondisi semakin buruk.
Untuk tahap awal, baru empat kubangan yang dibuat. BKSDA selanjutnya akan melihat tingkat keberhasilannya sebelum memperluas program tersebut ke lokasi lain.
Ari mengatakan, penyediaan sumber air buatan juga tidak akan hanya dilakukan oleh pemerintah. BKSDA telah mendorong pengelola kawasan untuk ikut menyediakan fasilitas serupa bagi satwa. “Kami sudah membuat surat edaran itu juga ke beberapa entitas bisnis,” katanya.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mempertahankan akses air satwa selama kemarau panjang, terutama di kawasan yang mengalami keterbatasan sumber air alami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....