Disdikbud Samarinda Tekankan Belajar Sejarah G30S Tanpa Nobar
- 29 Sep 2026 13:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda menekankan pentingnya pembelajaran sejarah Gerakan 30 September (G30S) untuk memperkuat kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai potensi ancaman terhadap negara.
Meski tidak ada edaran pemerintah pusat untuk menggelar nonton bareng, pemahaman sejarah tetap dinilai penting sebagai bekal generasi penerus dalam memahami perjalanan bangsa.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Barlin Hady Kesuma, mengatakan pembahasan peristiwa G30S perlu mengacu pada ketetapan dan keputusan pemerintah pusat yang masih berlaku.
Hal tersebut disampaikannya kepada RRI seusai talkshow bertema Pesona Kaltim, Diplomasi Budaya di Panggung Dunia. Barlin menegaskan, kebijakan pemerintah daerah tetap mengacu pada keputusan pemerintah pusat.
“Kebijakan yang ada di pemerintah daerah tidak berubah selama keputusan tersebut bersumber dari pemerintah pusat,” ujar Barlin. Usai kegiatan talkshow di Programa 1 RRI Samarinda, Selasa, 29 September 2026.
Ia menyebut, hingga kini tidak ada dorongan maupun edaran dari pemerintah pusat untuk melaksanakan kegiatan nonton bareng film G30S. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi pentingnya pembelajaran sejarah bagi generasi muda.
“Sebagai generasi yang lebih senior, tentu saja kita harus membaca sejarah. Selama belum ada perubahan, kita akan terus mengingatkan generasi muda tentang ancaman terhadap negara ini, baik dari dalam maupun luar,” ucapnya.
Barlin menambahkan, pemahaman sejarah penting di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang. Ia berharap pembelajaran sejarah dapat membentuk generasi muda yang tangguh, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman, serta memperkuat kesiapan dalam menjaga stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....