Sungai Karang Mumus Masuk Enam Besar Bioblitz Dunia
- 22 Sep 2026 09:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sungai Karang Mumus Samarinda mencatat capaian dalam The Home River Bioblitz 2026 setelah peserta mengumpulkan 515 hasil observasi makhluk hidup. Jumlah tersebut menempatkan Karang Mumus di posisi keenam dunia berdasarkan jumlah pengamatan keseluruhan.
Kegiatan berlangsung pada Minggu 20 September 2026 di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus, segmen Jalan Gelatik, belakang kampus Universitas Mulawarman. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi ilmuwan, mahasiswa, dan masyarakat untuk mendata keanekaragaman hayati di kawasan sungai.
Sebanyak 113 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan 97 orang hadir langsung melakukan pengamatan di lokasi. Lebih dari 60 peserta merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Keterlibatan akademisi dan generasi muda turut memperkuat proses pendataan flora dan fauna sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebagai mahasiswa, kami sangat antusias dengan keterlibatan dalam kegiatan lingkungan kali ini. Salah satu perhatian generasi muda adalah kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya air, mengingat Sungai Karang Mumus berada di tengah jantung Kota Samarinda,” kata Maulana, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.
The Home River Bioblitz 2026 digelar serentak pada 18–20 September 2026 dengan melibatkan 144 titik sungai di 77 negara. Sungai Karang Mumus menjadi satu-satunya lokasi sungai di Indonesia yang terdaftar dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan di Samarinda diorganisasi Kalimantana Creative bersama komunitas global River Collective.
Dosen Hubungan Internasional Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, Sari Mulyani, menilai kegiatan tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan kehidupan. “Langkah ini menjadi kemajuan yang luar biasa. Faktor lingkungan, sumber daya air, dan edukasi bagi generasi muda serta masyarakat perlu terus diperhatikan dalam kehidupan di tengah masyarakat Kaltim,” kata Sari.
Berdasarkan data hingga hari terakhir pelaksanaan, peserta mencatat 515 hasil observasi makhluk hidup di Sungai Karang Mumus. Capaian tersebut menempatkan Karang Mumus di posisi keenam dunia dalam jumlah pengamatan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa sungai di tengah Kota Samarinda dapat menjadi ruang pembelajaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pendataan keanekaragaman hayati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....