PBSI Paser Siapkan Atlet Hadapi Kejurprov dan Sirnas

  • 15 Sep 2026 13:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser – Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Paser menuntaskan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Paser Open yang berlangsung 8–12 September 2026 di GOR Bulutangkis, Jalan R.A. Kartini, Kecamatan Tanah Grogot.

Kejurkab tersebut menjadi ajang pemanasan sekaligus seleksi atlet Paser sebelum menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Balikpapan, 26–30 September 2026.

Ketua Pengcab PBSI Paser, Kurniawan, mengatakan Kejurkab merupakan agenda rutin sekaligus menjadi salah satu syarat bagi daerah untuk mengikuti Kejurprov. Karena itu, pelaksanaan Kejurkab menjadi bagian penting dalam pembinaan dan penjaringan atlet di tingkat kabupaten.

"Pertama, Kejurkab ini agenda rutin dan tiap tahun harus dilaksanakan karena Kejurkab ini dasar untuk mengikuti Kejurprov. Kalau kita tidak melakukan Kejurkab, kita tidak boleh ikut Kejurprov bulutangkis nanti," kata Kurniawan saat ditemui RRI.CO.ID.

Atlet yang berhasil meraih juara dalam Kejurkab tersebut akan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Paser pada Kejurprov mendatang. Selain itu, ajang tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII yang akan berlangsung di Paser pada 14–27 November 2026.

Kurniawan mengatakan Kejurkab juga menjadi momentum untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi sejumlah agenda olahraga yang akan digelar di Paser. Selain Porprov, Paser dijadwalkan menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulutangkis pada Desember 2026.

"Selain itu juga jadi ajang pemanasan untuk Porprov nanti karena yang kelas prestasinya akan turun di Porprov nanti. Yang kedua juga ajang pemanasan untuk Sirnas nanti," ujarnya.

Tidak hanya menjadi tuan rumah Porprov dan Sirnas, Paser kini juga tengah diupayakan untuk mendapat kesempatan menjadi tuan rumah turnamen bulutangkis bergengsi, International Challenge 2027. Pengprov PBSI Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Paser sedang membahas berbagai persiapan yang diperlukan.

Kurniawan mengatakan salah satu aspek penting yang harus dipenuhi adalah kesiapan anggaran dan fasilitas pertandingan. Venue yang digunakan juga harus memenuhi standar internasional dan akan melalui proses peninjauan dari PBSI Pusat serta Badminton Asia.

"Makanya ini salah satu syaratnya venue kita sudah standar internasional. Nanti yang akan melakukan survei ke sini bukan cuma dari PBSI Pusat, tetapi juga dari Badminton Asia langsung," ujarnya.

Selain venue, sejumlah fasilitas pendukung turut menjadi bagian dari penilaian, termasuk jarak antara hotel dan lokasi pertandingan. Paser dinilai memiliki modal pendukung karena telah memiliki hotel berbintang yang dapat digunakan untuk kebutuhan penyelenggaraan turnamen internasional, salah satunya Hotel Kriyad Sadurengas.

Jika dipercaya menjadi tuan rumah International Challenge 2027, Kurniawan optimistis kejuaraan tersebut dapat memperkuat konsep sport tourism di Kabupaten Paser. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai daerah bahkan negara diharapkan tidak hanya meningkatkan citra olahraga Paser, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....