Mahligai Nusantara 2026: Panggung UMKM Balikpapan Naik Kelas Ekspor
- 12 Sep 2026 21:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Mahligai Nusantara 2026 menjadi panggung strategis bagi UMKM Balikpapan untuk naik kelas dan menembus pasar nasional hingga global.
Ajang kolaborasi bersama Bank Indonesia ini memamerkan sedikitnya 65 pelaku UMKM terkurasi, mencakup 45 UMKM kuliner serta beragam produk wastra dan kriya unggulan daerah.
Dukungan penuh disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Siti Kotijah, usai meninjau stan pameran bersama jajaran Forkopimda. Ia menegaskan pentingnya kontinuitas agenda ini guna mendongkrak perekonomian lokal.
"Kegiatan ini harus selalu kita adakan dan kita dukung. Tujuannya jelas, menaikkan kelas UMKM kita dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kolaborasi bersama Bank Indonesia dalam Mahligai Nusantara 2026 ini sangat spesial," ujar Siti Kotijah kepada RRI pada Sabtu, 12 September 2026.
Siti Kotijah juga menyoroti potensi wastra lokal yang dinilai mampu bersaing di kancah internasional. Kekayaan motif khas Balikpapan dan Kalimantan, seperti motif Dayak, Ampik, Buen, Jaro, Kriya Godong, hingga karya label lokal seperti Arnista—menjadi bukti kuatnya identitas budaya setempat.
"Corak batik kita sangat khas. Kualitas desainer muda kita, termasuk karya siswa SMK Negeri 4 Balikpapan yang dikenakan perwakilan pimpinan Bank Indonesia, membuktikan Balikpapan tidak tertinggal dari daerah lain di Pulau Jawa," katanya.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045. Sinergi antara TP PKK, Dekranasda, dan instansi terkait terus diperkuat agar produk lokal Balikpapan siap ekspor.
Apresiasi senada diutarakan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 11/D.II Lanud Dhomber, Keke Gusti Ngurah. Ia menyoroti skala penyelenggaraan tahun ini yang jauh lebih megah dan representatif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya diadakan di pusat perbelanjaan, kini skalanya jauh lebih besar dan mampu merangkul lebih banyak UMKM terkurasi. Desain busana yang ditampilkan para model pun sangat modis, kekinian, dan siap bersaing di tingkat nasional," ungkap Keke, yang hadir mengenakan busana bergaya eklektik berbahan wastra khas Kalimantan.
Keke berharap ajang ini memicu keberanian para pelaku usaha mikro lainnya untuk berkembang, terutama dengan adanya fasilitas pendampingan perizinan dan standardisasi kemasan (packaging).
"Harapannya UMKM kita semakin berani dan percaya diri. Di sini semua difasilitasi, mulai dari perizinan hingga pengemasan, sehingga produk lokal bisa tampil jauh lebih berkualitas dan berdaya saing," kata Keke menutup perbincangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....