DP2PA Samarinda Soroti Ancaman Konten Digital terhadap Anak dan Remaja

  • 12 Sep 2026 12:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi dan media sosial menghadirkan tantangan baru dalam upaya perlindungan anak. Orang tua dan lingkungan keluarga diminta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan akses internet agar anak tidak mudah terpapar konten yang dapat memberikan dampak negatif.

Persoalan tersebut menjadi salah satu materi dalam Webinar Sapa ASN ke-16 bertema Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat yang digelar BKPSDM Kota Samarinda, pada Kamis 11 September 2026. Webinar menghadirkan Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DP2PA Kota Samarinda, Sahidin Ahmad, sebagai narasumber.

Sahidin menjelaskan media sosial pada dasarnya dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat dan bijak. Anak dan remaja dapat memperoleh akses informasi, memperluas jaringan sosial, serta mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan teknologi digital.

Namun, penggunaan media sosial tanpa pengawasan juga dapat menimbulkan sejumlah persoalan. Dampak yang perlu diwaspadai antara lain kecanduan digital, terganggunya kondisi psikologis, menurunnya kualitas interaksi sosial, hingga semakin mudahnya anak mengakses konten pornografi, seksual, dan kekerasan.

“Sekarang anak-anak dan remaja semakin mudah mengakses berbagai konten melalui internet. Di sinilah peran kita bersama, terutama orang tua, bukan hanya membelikan telepon genggam atau komputer, tetapi juga memberikan pemahaman bagaimana menggunakan internet secara bijak,” ujar Sahidin.

Sahidin menilai pengawasan orang tua perlu dilakukan secara proporsional melalui komunikasi dan pendampingan. Orang tua juga perlu mengetahui aktivitas digital anak, termasuk lingkungan pergaulan dan kelompok komunikasi yang diikuti, sebagai bagian dari upaya mencegah anak terpapar konten maupun perilaku berisiko.

"Perlindungan anak di ruang digital menjadi bagian dari tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah," ucap Sahidin. Dalam konteks tersebut, kepedulian lingkungan terhadap perkembangan anak diperlukan untuk mencegah meningkatnya berbagai persoalan, termasuk kekerasan, pelecehan seksual, dan bentuk kejahatan lain yang dapat melibatkan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....