IWK Bone Bawa Warna Bugis dan Gema Kemerdekaan di Parade Perempuan Samarinda

  • 06 Sep 2026 17:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Ragam pakaian khas Bugis ikut mewarnai Parade Perempuan Samarinda Bersatu di Lapangan Parkir GOR Segiri Samarinda, Minggu 6 September 2026 pagi. Mulai dari baju bodo hingga busana mispa tampak dikenakan oleh sejumlah peserta yang berasal dari komunitas perempuan, instansi, organisasi, dan kelompok masyarakat.

Busana tersebut dilengkapi dengan sulaman benang emas, manik-manik, payet, serta perhiasan yang membuat penampilan para peserta terlihat glamor. Beberapa dari mereka juga mengenakan aksesori kepala dan perhiasan khas Bugis yang dipadukan dengan busana berwarna terang.

Salah satu yang memperkenalkan pakaian adat khas Bugis tersebut adalah DPP dan DPK Ikatan Wanita Keluarga (IWK) Bone Samarinda-Kalimantan Timur (Kaltim). Ketua DPP IWK Bone Kaltim, Mahdalena H.A. mengatakan, mereka sengaja mengenakan pakaian adat agar masyarakat mengetahui keberadaan warga Bone yang tinggal di perantauan.

"Memang kita menampilkan ciri khasnya orang-orang Bugis karena kita adalah Wija To Bone (keturunan orang Bone). Ada yang pakai mispa, ini ciri khasnya orang Bugis kalau baru turun haji dengan memakai berbagai macam aksesorisnya," ujar Mahdalena.

Selain mengenalkan identitas budaya Bugis, ia menuturkan, keikutsertaan mereka juga untuk membuktikan bahwa perempuan di Kota Tepian memiliki persatuan yang kuat sekaligus turut memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Mahdalena mengaku, mereka sudah sering mengikuti parade semacam ini. Namun, kekompakan IWK Bone Kaltim dan Samarinda tidak hanya terlihat saat momentum hari besar saja. Ia mengatakan, pihaknya rutin melakukan kegiatan positif agar semakin mempererat ikatan dan silaturahmi antar wanita Bone di perantauan.

"Hampir setiap tahun kami ikut parade. Bahkan IWK Bone kegiatan kami itu rutin. Ada majelis taklim, arisan, dan kegiatan lainnya," ucap Mahdalena.

Walaupun sering tampil dalam parade, tapi bagi Mahdalena dan kawan-kawan, menjadi juara bukanlah tujuan utama. Mereka justru ingin menggemakan semangat kemerdekaan kepada masyarakat dengan ikut berjuang selayaknya pahlawan dulu, tetapi melalui orasi yang disuarakan lewat parade.

"Juara itu nomor kesekian karena kami terpanggil untuk memeriahkan kegiatan ini. Dalam hari kemerdekaan itu kalau kita ingin mengenang jasa-jasa pahlawan kita yang terdahulu, mereka mengorbankan jiwa raga hanya untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih," ucap Mahdalena.

"Hari ini kami perempuan dari To Bone ini ingin membuktikan walau kami tidak ikut berjuang untuk mengibarkan, tapi kami ikut merayakan kemerdekaan yang diperjuangkan lewat kegiatan ini," kata dia, menambahkan.

Parade Perempuan Samarinda Bersatu ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Penggerak (TP) PKK Samarinda bersama Pemerintah Kota Samarinda. Tak sekadar parade, para peserta terbaik berkesempatan meraih juara. Penilaiannya mencakup kesesuaian tema dan pesan, kreativitas, keunikan, estetika kostum, kekompakan, formasi dan kedisiplinan, daya tarik penampilan serta atraksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....