KPHP Telake Perkuat Peran Masyarakat Peduli Api Hadapi Ancaman Karhutla

  • 06 Sep 2026 09:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau ekstrem tahun ini, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHP) Telake memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah kerjanya.

Sebanyak 30 regu MPA yang tersebar di wilayah kerja KPHP Telake kini disiagakan bersama dua regu Brigade Karhutla. Kekuatan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala UPTD KPHP Telake, Sahar Al-Haq mengatakan, penguatan kapasitas MPA dilakukan melalui pelatihan sejak dini. Langkah tersebut bertujuan agar anggota MPA memiliki kemampuan yang memadai dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

“Kami telah memberikan pelatihan sejak dini agar seluruh anggota MPA memiliki kemampuan yang sama dengan personel kami, khususnya dalam penanganan karhutla. Selain itu, MPA juga kami bekali dengan peralatan dan fasilitas untuk melakukan penanganan awal,” ujar Sahar.

Keberadaan MPA di setiap desa juga memiliki peran strategis dalam membantu KPHP Telake melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap informasi titik panas. Informasi tersebut bersumber dari deteksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun sistem informasi peringatan dini dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, Sipongi.

Di tengah kondisi kemarau yang semakin kering, KPHP Telake lebih mengedepankan langkah preventif untuk menekan potensi terjadinya karhutla. Pencegahan dinilai penting karena sebagian kejadian kebakaran berkaitan dengan aktivitas maupun kelalaian manusia yang dapat memicu munculnya api di kawasan dengan kondisi vegetasi dan bahan bakaran yang kering.

“Jangan sampai ketika sudah terjadi kebakaran baru kita sibuk. Saat kondisi seperti ini sangat kering, api dapat dengan mudah menjalar karena bahan bakaran dalam kondisi kering. Karena itu, yang paling utama adalah kegiatan pencegahan,” kata Sahar.

Hingga kini, KPHP Telake mencatat terdapat tujuh titik kejadian karhutla di wilayah kerjanya. Lima titik berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan total luas areal terbakar mencapai 7,82 hektare, sedangkan dua titik lainnya berada di Kabupaten Paser dengan luas areal terbakar sekitar tiga hektare.

Meski terdapat sejumlah kejadian karhutla, Sahar memastikan seluruh kebakaran tersebut masih dalam kondisi terkendali. KPHP Telake bersama MPA dan Brigade Karhutla terus melakukan pemantauan serta penanganan di lapangan, dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemadaman sebagai bagian dari upaya memastikan api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....