Water Bombing Percepat Penanganan Karhutla Titik Panas IKN Berkurang
- 05 Sep 2026 19:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, dan BMKG mempercepat penanganan karhutla melalui operasi water bombing di sejumlah lokasi.
Dalam siaran pers Otorita IKN, Sabtu, 5 September 2026, operasi water bombing dilakukan dari udara dan didukung pemantauan serta pemadaman di darat. Hasil pemantauan setelah operasi menunjukkan api dan asap di sejumlah lokasi berkurang.
Operasi dilakukan dalam dua sortie menggunakan helikopter Caracal H225M yang berangkat dari Lanud TNI AU Dhomber, Balikpapan. Sasaran penanganan meliputi kawasan Bukit Tengkorak, Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, Tol Balikpapan–Samarinda KM 49–53, dan Wonotirto.
Pada sortie pertama, water bombing dilakukan di kawasan Bukit Tengkorak. Sementara sortie kedua menyasar Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, Tol Balsam KM 49–53, dan Wonotirto.
Secara keseluruhan, operasi pada Sabtu tersebut dilakukan sebanyak 10 kali. Rinciannya lima kali di Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47, empat kali di Tol Balsam KM 49–53, dan satu kali di Wonotirto.
Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan pemantauan serta pembaruan koordinat dari tim di lapangan. Informasi tersebut diteruskan kepada tim udara agar penyiraman dapat diarahkan ke titik yang membutuhkan penanganan.
Sumber air untuk operasi diperoleh dari sejumlah lokasi di sekitar kawasan. Di antaranya Danau Merdeka dan bekas galian tambang yang digunakan untuk mendukung kebutuhan water bombing.
Operasi tersebut diawali patroli udara TNI Angkatan Udara pada Jumat, 4 September 2026. Patroli dilakukan untuk mengidentifikasi dan memantau kondisi di sejumlah lokasi yang berpotensi memerlukan penanganan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan respons cepat diperlukan agar kebakaran tidak berkembang lebih luas.
“Prinsipnya, jangan sampai kondisi berkembang lebih luas. Lebih awal ditangani, lebih baik. Karena itu, kita lakukan langkah preventif melalui water bombing,” ujar Danis.
Menurut Danis, hasil pemantauan setelah operasi menunjukkan kondisi yang membaik. Api dan asap berkurang, sementara pemantauan tetap dilakukan bersama BMKG melalui data satelit.
Kecepatan respons menjadi penting karena kondisi cuaca cenderung kering. Karena itu, pemantauan dan penanganan dilakukan berkelanjutan dengan menggabungkan informasi lapangan, pemantauan udara, dan data BMKG.
Kapten Penerbang Helikopter Caracal H225M TNI Angkatan Udara, Arief Rahmanto, mengatakan koordinasi antara tim darat dan udara menjadi kunci ketepatan operasi.
“Kerja sama ini sangat memuaskan. Tim dari darat terus memberikan pembaruan titik koordinat sehingga kami yang berada di udara dapat melakukan pemadaman sesuai dengan titik yang ditentukan,” kata Arief.
Otorita IKN bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, BMKG, dan unsur terkait akan terus memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla di wilayah delineasi IKN.
Penanganan dilakukan dengan mengutamakan deteksi dini, respons cepat, ketepatan sasaran, dan langkah pemadaman yang terukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....