BPBD Samarinda Distribusikan Air Bersih untuk Konsumsi Warga

  • 04 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda bersama sejumlah pihak mendistribusikan air bersih bagi masyarakat yang terdampak terganggunya produksi air bersih.

Kepala BPBD Samarinda Suwarso mengatakan, distribusi air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, khususnya untuk minum dan memasak. Distribusi bukan diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus atau MCK.

“Air ini untuk kebutuhan konsumsi, minum dan memasak, bukan untuk MCK,” kata Suwarso kepada RRI Jumat, 4 September 2026.

Menurutnya, suplai air diberikan ke wilayah yang instalasi pengolahan air atau IPA-nya terdampak intrusi air laut. Kondisi tersebut menyebabkan IPA tidak dapat memproduksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ini untuk daerah yang IPA-nya terdampak intrusi air laut, sehingga IPA tidak memproduksi air bersih,” ujarnya.

Suwarso menegaskan, distribusi tersebut bukan ditujukan bagi wilayah yang mengalami gangguan pelayanan akibat perbaikan atau gangguan jaringan pipa. Penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui pihak kelurahan.

Permintaan air bersih disampaikan pihak kelurahan melalui Call Center Pusdalops BPBD Samarinda. Setelah permintaan diterima, BPBD bersama pihak terkait menyalurkan air sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Samarinda menggandeng Perumdam Tirta Kencana, Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Palang Merah Indonesia (PMI). Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas dukungan penyediaan air bagi masyarakat.

Saat ini, wilayah yang membutuhkan suplai air antara lain Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Palaran. Distribusi juga menjangkau wilayah terjauh, yakni Batuah di Kecamatan Loa Janan.

Suwarso menjelaskan, air yang telah didistribusikan selanjutnya ditempatkan di lokasi umum yang mudah dijangkau masyarakat. Penyaluran tidak dilakukan secara langsung ke setiap rumah atau berdasarkan jumlah kepala keluarga.

“Airnya kami suplai di tempat umum, bukan setiap rumah tangga atau per kepala keluarga,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....