Mabes TNI Kerahkan 1.000 Personel Penyuluh Karhutla ke Sejumlah Provinsi
- 01 Sep 2026 15:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mabes TNI mengerahkan sekitar 1.000 personel khusus sebagai tim penyuluh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke sejumlah wilayah di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Ketua Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan Brigjen TNI Hari Murdani mengatakan, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah provinsi yang dinilai membutuhkan penguatan pencegahan karhutla. Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Riau.
“Kita mendapat perintah langsung dari Panglima TNI, tentunya dari Bapak Presiden, untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan tujuan memberikan kesadaran terhadap bencana kebakaran hutan,” ujar Hari saat audiensi Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI di Kantor BPBD Kota Samarinda, pada Selasa 1 September 2026.
Menurut Hari, tugas tim tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menitikberatkan pada upaya pencegahan. Masyarakat akan diberikan pemahaman agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan serta mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila menemukan potensi kebakaran.
Hari menyebut, pelaksanaan penyuluhan di daerah akan berlangsung selama 26 hari. Tim juga akan terjun langsung ke lapangan untuk berkolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Kita akan memberikan penyadaran. Tentunya tugas kami tidak akan bisa berjalan dengan baik bilamana tidak ada dukungan dari BPBD. Kita sudah melakukan satu perencanaan dengan Kodim dan tentunya nanti akan kita kolaborasikan dengan BPBD,” katanya.
Melalui sinergi bersama BPBD, Kodim, pemerintah daerah dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih optimal sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....