Ajang Mempererat Kebersamaan dalam Turnamen Tenis Paser 2026
- 31 Agt 2026 02:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Pengcab Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Paser telah sukses menggelar kejuaraan skala lokal daerah yakni "Independence Day Tennis Tournamen 2026", yang berlangsung selama 3 hari dari 28-30 Agustus 2026, di Lapangan Tenis Singa Maulana, Kecamatan Tanah Grogot.
Selain dalam meriahkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, event ini merupakan ajang silaturahmi antar sesama penggiat olahraga tenis lapangan di Bumi Daya Taka.
Di mana, seratus lebih petenis Paser ikut ambil bagian dalam event tahunan ini, dari yang dibawah 12 tahun hingga tingkat atlet prestasi.
Berikut daftar juara pertama dari berbagai kategori yang dipertandingkan, diantaranya yakni;
-Ganda Putri Begginer: Atul dan Emeng
-Ganda Putra Begginer: Jay dan Nugroho
-Ganda Gembira: Roqif dan Fahri
-Tunggal Putra Junior (dibawah 12 tahun): Nindita Syabila
-Tunggal Putra Junior (diatas 12 tahun): M. Nafis
-Tunggal Putri Junior (dibawah 12 tahun): Zaviera
-Tunggal Putra Junior (diatas 12 tahun): M. Tsarwanta
Melihat antusiasme peserta lokal pada event tahun ini, Ketua Pengcab Pelti Paser Ibrahim Ahmad, mengaku senang dan bangga atas penampilan apiknya selama 3 hari terakhir.

Apalagi melalui turnamen ini dapat merangkul semua komponen pemain baik dari junior, beginner, intermediate (menengah), prestasi, dan seluruh pembina serta pelatih bisa diaatukan untuk bahu membahu.
"Event turnamen ini menjadi monumental sehingga di dalam pembinaan pemain-pemain tenis bisa lebih berkelanjutan dan memberi semangat kepada seluruhnya dan tentunya pengurus memberikan teladan kepada semuanya bahwa di dalam pembinaan ini perlu adanya kebersamaan," ucap Ibrahim Ahmad kepada rri.co.id.
Menurutnya jika event ini tanpa adanya kehangatan kekeluargaan, maka akan terasa hambar dan hanya ada persaingan di arena tenis saja.

"Tanpa kebersamaan kita tidak akan berhasil dalam membawa misi ke depan, Pelti harus lebih berprestasi, lebih baik dari yang sebelumnya," ujarnya.
Mengenai antusiasme para anak-anak kecil dibawah 12 tahun yang turut ikut ambil bagian dalam turnamen ini, pria yang akrab disapa Om Bram itu mengaku senang karena melalui event seperti ini dapat melahirkan bibit-bibit muda potensial untuk ke depannya.

Namun seiring berjalannya waktu, dikatakannya ada tantangan bagi Pelti Paser dalam membina para atlet ini dari usia dini hingga menjadi atlet berprestasi.
"Karena problem selama ini setelah mereka jadi (atlet), kadang-kadang mereka bisa keluar daerah enggak main lagi atau dia beralih ke cabang olahraga yang lain, kemudian meninggalkan tenis. Ini yang jadi masalah juga bagi kami," ujar Bram.
Ia berharap atlet yang dibina dibawah asuhan Pelti Paser ini untuk tetap mencintai olahraga tenis, agar nantinya bisa mengikuti program pembinaan dari pengurus untuk dapat menjajal ilmu di luar daerah dan kemudian dapat membela Paser serta Kaltim dalam event provinsi maupun nasional.

"Kami berharap bahwa yang sudah nampak skill mereka bagus, pengin saya meningkatkan kompetensi mereka untuk dididik lebih lagi di luar Kabupaten Paser, misalnya di Jakarta, seperti di Jakarta International Tennis Academy atau yang lain-lain Akademi tenis yang mampu mencetak atlet-atlet nasional dan profesional," katanya menjelaskan.
Bram juga berharap, momen kehangatan melalui turnamen ini dapat terus bertahan dan mempererat kesolidan antar sesama penggiat olahraga tenis di Paser.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....