779 Titik Panas, Berau Jadi Daerah dengan Hotspot Terbanyak di Kaltim
- 31 Agt 2026 10:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 29 Agustus 2026, tercatat sebanyak 779 titik panas terdeteksi di wilayah Berau.
Jumlah tersebut menempatkan Berau sebagai daerah dengan temuan titik panas tertinggi di Kalimantan Timur. Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi cuaca panas dan kering yang masih melanda sejumlah wilayah.
Meningkatnya jumlah titik panas juga mulai berdampak pada kondisi lingkungan. Kabut asap dilaporkan kembali terlihat di beberapa kawasan, seiring potensi kebakaran yang semakin tinggi akibat minimnya curah hujan.
Selain karhutla, kondisi cuaca kering turut memicu ancaman kekeringan. Pemerintah Kabupaten Berau pun mulai memperkuat langkah antisipasi dengan melakukan koordinasi lintas instansi.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi sekaligus pengkajian kondisi kebencanaan sebagai bagian dari upaya menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Menurutnya, rapat tersebut merupakan pelaksanaan tugas Tim Kajian Cepat Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Berau Nomor 355 Tahun 2025.
"Sesuai SK Bupati Nomor 355 Tahun 2025, pelaksanaan tugas Tim Kajian Cepat Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana maka kita akan segera membahas kondisi bencana Karhutla di Kabupaten Berau," katanya, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam rapat itu, pemerintah bersama unsur terkait membahas perkembangan kondisi di lapangan, dampak yang ditimbulkan, kebutuhan penanganan, hingga potensi perkembangan karhutla dan kekeringan.
Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan penanganan ancaman bencana dilakukan secara terpadu.
Lonjakan titik panas ini menjadi sinyal meningkatnya kerawanan karhutla di Berau. Pemerintah daerah pun diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran selama musim kering berlangsung. "Seluruh tim gabungan selalu siap siaga di lapangan guna menanggulangi ancaman Karhutla terutama di titik panas," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....