Dinkes Kaltim Ingatkan Risiko Keracunan Pangan di tengah Perubahan Iklim

  • 30 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan di tengah perubahan kondisi cuaca. Pengolahan makanan dan minuman yang tidak tepat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya keracunan pangan, terutama ketika suhu dan kondisi lingkungan mengalami perubahan.

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, dan Respons KLB Dinkes Kaltim, Erwin Nursalam Dani, dalam Bimtek Pencegahan dan Penanggulangan KLB Pangan. Menurutnya, perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan penyakit dan kejadian keracunan pangan.

“Kami juga sekaligus mengingatkan supaya menginformasikan kepada masyarakat untuk pengolahan makanan dan minuman yang hati-hati karena ini terjadi juga karena iklim yang berubah,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, risiko keracunan pangan dapat muncul dari berbagai tahapan, mulai dari proses produksi, pengolahan, pengiriman, pengemasan, pengepakan hingga makanan disajikan kepada konsumen. Karena itu, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak yang berada dalam rantai pangan.

Erwin mencontohkan, makanan laut yang diolah dengan cara yang tidak tepat juga dapat menjadi salah satu sumber kejadian keracunan pangan. Selain itu, kejadian serupa dapat muncul dalam lingkungan keluarga, masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta, serta kelompok pelajar.

Ia menilai peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi penting karena informasi mengenai kejadian keracunan pangan dapat muncul hampir setiap waktu. Edukasi mengenai cara memilih bahan pangan, mengolah, menyimpan dan menyajikan makanan secara aman dinilai dapat membantu menekan risiko kejadian.

Dinkes Kaltim juga mendorong petugas kesehatan lingkungan dan surveilans di puskesmas untuk aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat. “Tugas kami adalah mengingatkan, dan teman-teman juga bisa membantu menyosialisasikan di tingkat masyarakat,” kata Erwin pada Jumat 28 Agustus 2026. (zul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....