Ada 24,8 Persen Remaja Alami Fatherless, BKKBN Kaltim Ajak Ayah Ikut Mengasuh Anak

  • 28 Agt 2026 15:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak menjadi perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur. Pasalnya, Data Pendataan Keluarga 2025 menunjukkan 24,8 persen keluarga yang memiliki anak remaja mengaku kehilangan sosok ayah dalam pengasuhan.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, yang mengaku prihatin karena hampir seperempat remaja belum merasakan kasih sayang ayah.

“24,8 persen jumlah keluarga yang memiliki anak remaja, anak-anak remajanya mengatakan bahwa kehilangan sosok ayah. Nah, ini kan berarti fatherless,” ujar Sunarto, usai membuka secara resmi Penguatan Kapasitas Pengelola Tempat Pengasuhan Anak dan Kader BKB di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Jumat, 28 Agustus 2026.

Padahal menurutnya, kehadiran ayah tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Waktu sederhana yang diberikan ayah kepada anak justru dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi emosional dan perkembangan anak.

Karena itu, BKKBN Kaltim mengajak para ayah lebih terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak. Salah satunya melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong ayah mengambil peran dalam pengasuhan.

Sunarto mencontohkan, keterlibatan tersebut dapat dimulai dengan mengantar anak ke sekolah hingga menyisihkan waktu untuk menghadiri momen penting seperti mengambil rapor anak.

“Karena interaksi itu akan sangat menentukan kondisi emosional anak. Jadi, ketika ayah mengantarkan anak ke sekolah itu secara emosi mempengaruhi keceriaan anak dalam kelas,” kata dia.

Selain GATI, BKKBN juga mendorong keluarga kembali membangun kebiasaan makan bersama. Menurut Sunarto, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi ayah, ibu, dan anak untuk saling berkomunikasi.

Ia pun mengajak setiap keluarga menyediakan waktu setidaknya satu kali dalam sehari untuk duduk bersama di meja makan. Momen tersebut dapat menjadi ruang bagi orang tua mendengarkan cerita dan membangun kedekatan dengan anak.

“Sentuhan-sentuhan emosional kecil ini pengaruhnya sangat luar biasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Konsep pengasuhan patriarki memang harus sudah kita tinggalkan,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....