DPPKB Samarinda Perkuat Kapasitas Tempat Pengasuhan Anak menuju Standar Tamasya

  • 28 Agt 2026 14:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda memperkuat kapasitas pengelola tempat pengasuhan anak (TPA) dan kader Bina Keluarga Balita (BKB). Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong peningkatan kualitas TPA menuju standar Taman Asuh Sayang Anak atau Tamasya.

Sebanyak 16 TPA se-Samarinda dan enam kelompok BKB mengikuti pelatihan yang difasilitasi DPPKB Kota Samarinda. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni Jumat, 28 Agustus dan Senin, 31 Agustus 2026 di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda.

Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan Tamasya merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini mendorong perubahan pola pengasuhan agar TPA tidak sekadar menjadi tempat menitipkan anak.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesehatan Ibu dan Anak, ada perubahan nomenklatur dari tempat penitipan anak menjadi tempat pengasuhan anak. Ada beberapa standar terbaru, salah satunya peningkatan kompetensi dan kegiatan pengasuhan,” ujar Deasy, kepada rri.co.id.

Menurutnya, pengasuhan anak juga tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola TPA. Peran orang tua dan keluarga tetap dibutuhkan untuk memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang baik.

Karena itu, program Tamasya turut mengintegrasikan BKB sebagai salah satu metode pengasuhan. Melalui BKB, orang tua dan pengasuh dapat ikut memantau tumbuh kembang anak menggunakan kartu kembang anak.

“Konsepnya bukan saja bertolak pada anak, tetapi seluruh keluarga harus mendukung untuk pengasuhan anak,” ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, lanjut Deasy, peserta mendapatkan materi sesuai petunjuk teknis Tamasya. Materi mencakup legalitas TPA di Dapodik, perizinan, pemantauan tumbuh kembang, pelaporan apabila ditemukan masalah pada anak, hingga penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Penguatan Kapasitas Pengelola TPA dan Kader BKB di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Sementara melalui integrasi BKB, peserta mendapatkan edukasi bagaimana memantau perkembangan anak yang hasilnya dapat disampaikan kepada orang tua melalui rapor perkembangan.

"BKB ini bagaimana nanti menggunakan kartu kartu kembang anak. Jadi selain dari buku Kartu Identitas Anak (KIA) akan dibantu juga dengan kartu kembang anak untuk memantau tumbuh kembang mereka dan diakhiri dengan rapor. Jadi orang tua bisa memantau ini anaknya sejauh sejauh mana tumbuhnya," kata Deasy.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, mengatakan

pihaknya akan mendampingi daerah dalam meningkatkan kemampuan pengelola TPA dan kader BKB, tidak hanya di kota Samarinda.

“Ini mengawali, diinisiasi dari Kota Samarinda dulu. Kabupaten kota yang lain tentu akan sama. Minggu depan sudah terinformasi akan dilaksanakan kegiatan hampir sama dari Kota Bontang,” ucap Sunarto.

Selain melalui penguatan kapasitas, BKKBN Kaltim juga terus melakukan pendampingan melalui pelatihan daring SiBima Kelas BKB EMAS yang dilengkapi evaluasi dan sertifikat.

Sunarto pun berharap penguatan kapasitas semacam itu dapat diterapkan secara luas di Kaltim. Dengan begitu, semakin banyak TPA yang mampu memberikan pengasuhan secara aman, memahami kebutuhan anak, dan membantu keluarga memantau tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....