Sebelum Bertemu Orangutan, Raffi Ahmad Wajib Jalani Pemeriksaan Kesehatan

  • 27 Agt 2026 13:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, ke sekolah hutan orangutan di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tidak dilakukan secara sembarangan.

Sebelum dapat memasuki area rehabilitasi yang dikelola Conservation Action Network (CAN) Borneo, Raffi bersama rombongan harus menjalani serangkaian prosedur kesehatan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap orang yang masuk ke kawasan rehabilitasi dalam kondisi sehat dan tidak membawa virus atau penyakit yang berisiko menular kepada orangutan.

Raffi mengungkapkan, proses tersebut menjadi pengalaman tersendiri dalam kunjungannya. Menurut dia, perlindungan terhadap orangutan tidak hanya dilakukan dengan menjaga habitat, tetapi juga memperhatikan faktor kesehatan satwa selama menjalani rehabilitasi.

Dalam kunjungan tersebut, Raffi didampingi presenter dan pegiat satwa Irfan Hakim serta Gading Marten. Ketiganya melihat langsung kondisi sekolah hutan dan tiga bayi orangutan yang saat ini masih menjalani proses rehabilitasi.

Protokol kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan pusat rehabilitasi. Orangutan yang berada dalam perawatan memiliki risiko terhadap berbagai penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak dengan manusia.

Karena itu, setiap orang yang masuk ke area rehabilitasi harus memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditetapkan pengelola.

Raffi mengaku semakin memahami bahwa proses penyelamatan orangutan membutuhkan perhatian yang sangat besar. Tidak hanya soal menyediakan tempat yang aman, tetapi juga memastikan satwa memperoleh perawatan, pembelajaran perilaku alami, dan perlindungan dari berbagai ancaman.

Ia pun mengapresiasi para pengelola dan pekerja konservasi yang selama ini berada di lapangan merawat satwa liar.

Bagi Raffi, kerja tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kekayaan alam Indonesia. Orangutan, kata dia, merupakan aset negara yang harus dijaga bersama.

“Bersyukur masih banyak orang baik yang menjaga dan merawat satwa kita,” ujarnya pada Kamis 27 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa upaya konservasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, lembaga konservasi, masyarakat, hingga figur publik dapat mengambil peran untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga hutan dan satwa liar.

Terlebih, ancaman terhadap habitat seperti kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak panjang bagi keberlangsungan kehidupan satwa di dalamnya.

Raffi berharap kepedulian terhadap orangutan tidak berhenti pada kunjungan atau perhatian sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga habitat dan keanekaragaman hayati Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....