Disdik Paser Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau dan Karhutla

  • 27 Agt 2026 10:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Menghadapi fenomena el nino yakni musim kemarau ekstrem, membuat segala aktivitas masyarakat di Kabupaten Paser menjadi terganggu, terutama kegiatan belajar dan mengajar.

Hal ini karena terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga asap yang diciptakan dari kebakaran itu dapat mengganggu aktivitas sekaligus mengancam kesehatan, tepatnya pada saluran pernafasan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paser, Yunus Syam menerangkan, pihaknya sudah membuat perencanaan agar program belajar mengajar tetap berjalan dengan optimal.

Seperti mengatur jadwal kegiatan pembelajaran terutama di luar kelas untuk pelajaran olahraga, kemudian beberapa antisipasi lainnya.

"Kami juga telah mewajibkan kepada siswa kita untuk membawa tumbler atau botol minuman dan memastikan untuk di setiap sekolah ketersediaan air minum itu tersedia dan ada. Kemudian kami juga melakukan kegiatan mengajar belajar mengajar di sekolah itu dapat menyesuaikan jam mengajar," kata Yunus Syam menjelaskan.

Bahkan rencana rekayasa jika terjadinya kabut asap yang semakin tebal di Paser, maka Disdik sudah mempersiapkan program belajar mengajar ini di rumah, atau mengalihkan waktu pelajaran.

"Jadi, antisipasinya itu manakala terjadi kabut asap yang pekat, maka secara tidak langsung anak-anak bisa diliburkan atau anak-anak mengatur jam pelajarannya yang seharusnya pagi bisa masuk di siang hari pukul 09.00," katanya.

Yunus menegasakan, seluruh sekolahan tidak diperbolehkan untuk melakukann pembakaran sampah yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

Selain itu para guru-guru juga diarahkan untuk memberikan edukasi kepada muridnya terkait pentingnya menjaga kesehatan di tengah musim kemarau ekstrem seperti saat ini.

"Termasuk juga dalam situasi seperti ini kami juga para guru menyampaikan edukasi terhadap peserta didik tentang bahaya dehidrasi, kemudian heat stroke, dan pentingnya menjaga kesehatan di saat cuaca panas," ujarnya Yunus.

Jika ada murid yang mengalami sakit dampak dari cuaca ini, maka Yunus mengatakan harus segera melapor dan memeriksa kesehatannya. Sebab, hal itu sudah sesuai dengan surat edaran yang disebar ke seluruh sekolah.

"Kami juga mengeluarkan edaran jika ada anak-anak yang sakit terindikasi sakit karena pengaruh cuaca saat ini, mohon segera melapor ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat dengan melaporkan ke Dinas Pendidikan juga," ucapnya.

Kendati demikian kondisi saat ini dapat dikatakan masih aman, sehingga proses belajar mengajar berjalan normal seperti biasa.

Namun jika terjadi asap yang tebal, maka para murid diarahkan untuk belajar dirumah secara daring.

Sementara itu, Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari, mengapresiasi langkah-langkah antisipasi yang dipersiapkan Oleh Dinas Pendidikan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan Karhutla.

Hanya saja Ia menekankan, dalam situasi dan kondisi seperti ini semua harus lebih siap siaga, agar proses pembelajaran tetap bisa berjalan dengan optimal.

"Kalau ini nanti terjadi yang semakin memburuk, maka nanti bisa saja kita mengatur untuk jam-jam belajar mengajar. Tapi untuk saat ini kategorinya masih aman. Anak-anak didik kita, siswa-siswi kita masih bisa melakukan pembelajaran untuk sehari-hari. Jadi, masih bisa berjalan normal," ujar Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari.

Mengingat saat ini tengah terjadi musim kemarau dan marak terjadinya karhutla, maka Pemerintah Kabupaten Paser mengimbaukan kepada masyarakat, untuk senantiasa mengenakan masker agar dapat menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....