Karhutla Hanguskan Sekitar 7 Hektare Lahan di Sangatta Selatan

  • 27 Agt 2026 08:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Jalan Bina Kutai hingga Jalan Muspika, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Rabu 26 Agustus 2026. Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan lahan seluas sekitar 7 hektare.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kutai Timur, yang diteruskan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan laporan kejadian diterima pada pukul 13.45 WITA. Penanganan kebakaran kemudian dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

“Laporan masuk pada pukul 13.45 WITA. Lokasi kebakaran berada di Jalan Bina Kutai sampai Jalan Muspika, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur,” ucapnya.

Dalam proses pemadaman, sejumlah armada dikerahkan untuk menjangkau titik api. Peralatan yang digunakan antara lain satu unit water supply (WS) BPBD, satu unit WS Lanal, satu unit WS Damkar, serta satu unit Jetfire milik KPHP Bengalon.

Selain itu, satu unit kendaraan operasional roda empat Kecamatan Sangatta Selatan turut digunakan untuk mendukung penanganan. Petugas juga mengerahkan tiga unit kendaraan roda dua BPBD dan tiga unit kendaraan roda dua Lanal untuk membantu mobilisasi personel menuju lokasi.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut, Polri, BPBD, Kecamatan Sangatta Selatan, Desa Singa Geweh, LKK, KPHP Bengalon, serta relawan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.

“Tim gabungan dari berbagai unsur bersama-sama melakukan penanganan karhutla di lokasi. Pemadaman berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WITA,” ujarnya.

Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat dua titik koordinat yang menjadi lokasi penanganan kebakaran. Kondisi medan menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam menjangkau sejumlah titik api.

“Kendala yang dihadapi petugas adalah akses menuju lokasi titik kebakaran cukup sulit dijangkau, sehingga proses penanganan membutuhkan dukungan personel dan peralatan yang memadai,” katanya.

Pemadaman yang berlangsung hingga pukul 18.00 WITA dilakukan sebagai upaya mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di sekitar lokasi.

BPBD bersama unsur terkait mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi mudah terbakar. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....