Karhutla Satu Hektare Terbakar di KM 10 Tenggarong-Samarinda

  • 27 Agt 2026 07:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan KM 10 Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa 25 Agustus 2026. Api membakar lahan mineral dengan luas sekitar satu hektare.

berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kukar yang diteruskan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyebutkan, informasi kebakaran diterima pada pukul 12.07 WITA dari laporan warga melalui telepon dan WhatsApp.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 WITA. Lokasi lahan yang terbakar berada tepat di belakang kawasan permukiman warga sehingga penanganan segera dilakukan untuk mencegah api meluas dan mendekati rumah penduduk.

“Setelah menerima informasi, tim TRC PB BPBD Kukar langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 12.10 WITA dan tiba sekitar pukul 12.20 WITA untuk melakukan pemadaman,” ucapnya.

Muriono menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar tiga setengah jam. Petugas bersama unsur gabungan terus melakukan pembasahan dan pendinginan di area yang terbakar hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

“Pada pukul 16.30 WITA api berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan dinyatakan aman. Tim kemudian kembali ke posko pada pukul 17.00 WITA,” ujarnya.

Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air, di antaranya mobil tangki Dalkarhutla KaJama BPBD Kukar, mobil tangki bulat berkapasitas suplai 5.000 liter, serta dukungan water tank dari PT Mitra Abdi Mahakam dan suplai Damkarmatan.

Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, yakni BPBD Kabupaten Kukar, TNI, kepolisian, pihak perusahaan BBE, Damkarmatan Pos Tenggarong Seberang, Damkarmatan Samarinda Pos 11, serta sejumlah relawan dan masyarakat sekitar.

Relawan yang turut membantu berasal dari Relawan Sangji, Relawan Belida, Relawan Samarinda, dan Relawan Kramajaya. Keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi turut mendukung proses pemadaman agar api tidak merambat ke kawasan permukiman.

Hingga pemadaman selesai, kondisi area terdampak dilaporkan sudah aman. Meski demikian, petugas tetap perlu memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Untuk penyebab kebakaran lahan tersebut sampai saat ini masih belum diketahui. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan,” katanya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat yang berada di sepanjang Jalan Poros Tenggarong-Samarinda untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap. Kecepatan laporan dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....