OIKN Sukses Modifikasi Cuaca: Air Sungai Naik, Ancaman Karhutla Redam
- 24 Agt 2026 20:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk fenomena El Nino yang memicu kekeringan dan lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), OIKN menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Nusantara dan sekitarnya.
Operasi berbasis sains dan teknologi ini memanfaatkan teknik penyemaian awan (cloud seeding). Proses penyemaian dilakukan secara terukur dengan menganalisis kondisi atmosfer agar bahan semai tepat sasaran pada kumulus awan yang potensial menghasilkan hujan.
Sejak Jumat (21/08/2026) hingga Senin (24/08/2026), tim gabungan terus berpacu dengan waktu. Hingga Senin pagi pukul 10.00 WITA, pesawat Casa 212 A-2105 telah menyelesaikan lima sortie penerbangan dari pangkalan operasi Lanud Dhomber, Balikpapan. Setiap sortie penerbangan membawa sekitar 800 kilogram bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam industri untuk ditebar di langit Kalimantan Timur.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa langkah krusial ini diambil demi menjaga ketahanan air permukaan di ibu kota baru.
"Saat ini kita mengalami musim kering akibat dampak El Nino yang melanda global. Salah satu yang wajib diantisipasi adalah ketersediaan air. Melalui modifikasi cuaca ini, kita berupaya menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya," ujar Danis.
Upaya intervensi cuaca ini langsung membuahkan hasil positif. Hujan dengan intensitas mencapai 20 milimeter terpantau mengguyur wilayah Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dampak signifikan juga langsung terasa di infrastruktur vital IKN. Elevasi muka air pada intake Sungai Sepaku—yang menjadi sumber air baku utama IKN—tercatat merangkak naik dari +2,04 meter menjadi +2,05 meter pada Senin pagi. Kenaikan ini diharapkan terus bertambah seiring optimalnya curah hujan.
Keberhasilan OMC ini menjadi angin segar di tengah situasi darurat karhutla. Berdasarkan data BPBD Kaltim, sepanjang bulan Agustus ini saja telah terjadi 273 titik kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 752 hektare.
Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menyatakan bahwa penyemaian berjalan sangat sukses karena garam ditebar pada sel-sel awan yang matang dan cocok. "Langkah ini mempercepat pertumbuhan awan hujan secara efektif," jelasnya.
Meski telah menunjukkan hasil nyata, OIKN bersama instansi terkait tidak mau lengah. Pemantauan dinamika atmosfer, pergerakan awan, dan kondisi hidrologis kawasan IKN akan terus dilakukan secara berkala untuk menentukan kelanjutan sorti penyemaian berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....